Faktor lain yang tidak kalah penting sebagai latar belakang dari Rapot Bolon tersebut, katanya, perlunya suatu organisasi dari pomparan Raja Nadapdap untuk dapat bertindak mengurus dan mengelola peninggalan-peninggalan dari Raja Nadapdap antara lain : tugu di Sibisa, Harangan Nadua di Sibisa, Meja Partungkoan dan Tano Parhitean di Sibisa, dan juga ada peninggalan budaya yaitu : Hujur Sane dan Gondang Nadua yang sangat penting untuk dilestarikan dan dikembangkan. “Masih banyak peninggalan lainnya yang belum dapat diinventarisir,” ujar Gindo.
Rapot Bolon yang dilaksanakan tanggal 15-07-2017 dihadiri oleh perwakilan pomparan Raja Nadapdap dari Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Kalimantan, Palembang, Jambi, Kota Medan, Kota Batam-Kepri, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi, Deli Serdang, Pematang Siantar, Tobasa Porsea – Balige dan Sibisa, Sigapiton.
Rapot Bolon berjalan dengan sukses berkat kerjasama dari seluruh peserta rapat yang dipimpin oleh pimpinan sidang Salmon Nadapdap, SH, MSi didampingi oleh Elman Nadapdap dan Abner Panggabean.
“Rapat ini melahirkan keputusan-keputusan penting. Menetapkan nama punguan yaitu Parsadaan Pomparan Raja Nadapdap & Boruna se- Indonesia, disingkat dengan PPRNBI, yang berkedudukan di Kota Medan Propinsi Sumatera Utara. Menetapkan Anggaran Dasar, & Anggaran Rumah Tangga PPRNBI yang berlaku sejak 17 Juli 2017. Memilih dan menetapkan susunan Pengurus Pusat PPRNBI, serta Menetapkan Garis-garis besar Program Kerja PPRNBI Periode 2017-2022,” kata alumni Fakultas Hukum HKBP Nommensen Medan itu.
Masih dikatakannya, Kepengurusan PPRNBI yang terbentuk akan segera menindaklanjuti hasil-hasil rapat bolon, diantaranya Menyelesaikan renovasi dan pengembangan kawasan Tugu/Makam Raja Toga Nadapdap yang sedang berlangsung di Lumban Nadapdap Sibisa Kecamatan Ajibata, Mempersiapkan pelaksanaan “Pesta Rakyat Marsombu Sihol” yang akan dilaksanakan setelah renovasi tugu selesai, Melakukan pendataan atas Warisan Budaya Raja Nadapdap untuk diperjuangkan mendapatkan pengakuan hukum sebagai Warisan Budaya Daerah bahkan Warisan Budaya Nasional sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita juga akan melaksanakan audiensi dengan Bupati Tobasa dan BODT (Badan Otorita Danau Toba) untuk memberikan dukungan terhadap Program Pembangunan Tobasa Khususnya Kawasan Sibisa Sigapiton sebagai wilayah perencanaan pengembangan Kawasan Wisata Badan Otorita Danau Toba, serta menggagasi untuk mendirikan usaha ekonomi kerakyatan sebagai skala prioritas Credit Union (CU), bahkan kita harus turut serta dalam pembangunan Generasi Muda,” pungkasnya.(rel)