![]() |
Wanita Ini Kecewa Tak Dapat Bantuan Raskin |
Salah seorang warga miskin di Kelurahan Mencirim, Lingkungan 1 Kecamatan Binjai Timur, kecewa karena tidak mendapat jatah bantuan beras untuk warga miskin (raskin) tahun ini. Padahal, jatah raskin sudah diterima bertahun-tahun dan sangat membantu dalam menghidupi dirinya.
Namun sejumlah warga miskin justeru tidak lagi mendapatkan jatah beras miskin tanpa alasan, sementara kondisi mereka sangat membutuhkan bantuan Raskin tersebut.
Rasa kekecewaan dirasakan Ratna Yaumi (58) , salah satu warga miskin yang berada di jalan Kiwi, Lingkungan I, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, yang bertahun-tahun tinggal sebatangkara dan tidak dapat melihat (Tunanertra).
Umi yang keseharian bekerja sebagai membantu masak-masak tetangganya yang berjuaalan mengaku kecewa mulai tahun 2017 dirinya tidak lagi mendapat bantuan Raskin dari kantor kelurahan. Karena namanya sudah tidak terdaftar lagi di kelurahan.
"Saya sudah pernah datang kekantor Lurah untuk mengecek nama saya kesana di bulan tiga kemarin namun setibanya dikanto lurah saya tanya sama lurahnya, lurahnya cuma bilang ada pengurangan orang yang menerima jatah raskin, terus saya bilang kenapa orang seperti saya yang dikurangi Lurahnya hanya diam saja tidak ada berkomentar dan akhirnya saya pulang kembali kerumah saya dianter tetangga saya debgan mengunakan becak," ungkapnya, Selasa (4/7/17).
Wanita tunanetra yang hidup sebatangkara ini berharap pemerintah dapat mengerti dengan kondisi serta keeadanya yang tidak bisa melihat dan mencari nafkah ini karena keseharianya hanya di bantu adiknya.
" Maunya kalau bisa tolong berikan la raskin seperti sebelumnya, mata saya gak nampak dua-duanya,saya kan gak bisa mencari jadi tolong la keluarkan hak saya," harapnya.
Menanggapi kekecewaan warga, Lurah Mecirim, Kecamatan Binjai Timur Arvintona membenarkan adanya pengurangan jumlah penerima raskin. Pengurangan ditentukan dari Pemerintah Provinsi, pihak kelurahan hanya menerima data dan beras sesuai nama yang terdaftar.
" Kita pun tidak berani mengurangi kalau memang ada nama ya kita kasi karena memang di kelurahan kita yang paling banyak dikurangi, 100 orang lebih kepala keluarga," tuturnya.( hendra)