![]() |
Banjir Asahan Terjadi di 7 Kecamatan |
Curah hujan yang tinggi ditambah banjir kiriman dari Simalungun, sebanyak 7 kecamatan, di kabupaten Asahan, dengan 20 desa dilanda banjir, Sabtu (16/9/2017) sekira pukul 10.00 wib.
Kepada wartawan Kabid Darurat Logistik BPBD Asahan, Haidir Sinaga mejelaskan, 7 kecamatan yang terendam banjir diantaranya, kecamatan Buntu Pane dengan 4 desa yaitu, Karya Ambalutu, Prapat janji, Buntu Pane, Mekar Sari, Sei Silau Timur. Lalu kecamatan Setia Janji di 3 desa yaitu, Bangun Sari, Sei Silau Tua, Sei Silau Barat. Selanjutnya kecamatanTinggi Raja di 6 desa, diantaranya Piasa Ulu, Sidomulyo, Teladan, Terusan Tengah, Jatisari dan Tinggi Raja.
Masih kata Haidir, kecamatan Pulau Bandring di 2 desa yaitu, Taman Sari dan Tanah Rakyat lalu kecamatan Rahuning, di Desa Rahuning. Kecamatan Pulau Rakyat, di desa Pulau Rakyat Tua, dan kecamatan Aek Ledong, di desa Ledong Barat dan Padang Sipirok
"Untuk jumlah pemukiman yang tergenang air, sebanyak 1637 KK dan kita pihak pemerintahan di Asahan melalui BPBD melakukan upaya pendirian posko dapur umum dan bekerja sama tiga pilar di kecamatan juga puskes desa, polsek dan koramil untuk memberi pertolingan pada warga kita , “ujarnya.
Dilanjutkannya, pihaknya dibantu Satgas PB BPBD Kabupaten Asahan, relawan bencana, destana dan organisasi wanita desa tanggap bencana melakukan pendistribusian bantuan logistik dapur umum lalu evakuasi warga, anak sekolah, balita dan lansia, baik dengan menyiagakan perahu karet dan truck dilokasi yang terdampak banjir.
"Bupati juga menghimbau kepada warga agar mengungsi jika banjir bertambah tinggi kelokasi yang lebih tinggi, seperti ketempat pelayanan kesehatan di posko siaga bencana yang telah disiapkan Pemkab Asahan ,dan kita telah menyediakan sembako seperti beras, mie instan, air kemasan dan beberapa makan ringan lainnya kepada warga yang terkena banjir, “ungkapnya.
Masih katanya, bahwa banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi mulai pukul 17.30 WIB pada 15 September 2017 lalu dan pukul 04.30 WIB, pada hari ini, 16 September 2017.
Hujan hampir di seluruh wilayah kabupaten Asahan dan tetangganya, termasuk dibagian hulu kabupaten Simalungun. Dan hal ini menyebabkan luapaan permukaan air sungai Aek Silo, sungai Ambalutu, sungai Piasa, dan sungai Kopas dari bagian hulu, katanya. (rial)
"Untuk jumlah pemukiman yang tergenang air, sebanyak 1637 KK dan kita pihak pemerintahan di Asahan melalui BPBD melakukan upaya pendirian posko dapur umum dan bekerja sama tiga pilar di kecamatan juga puskes desa, polsek dan koramil untuk memberi pertolingan pada warga kita , “ujarnya.
Dilanjutkannya, pihaknya dibantu Satgas PB BPBD Kabupaten Asahan, relawan bencana, destana dan organisasi wanita desa tanggap bencana melakukan pendistribusian bantuan logistik dapur umum lalu evakuasi warga, anak sekolah, balita dan lansia, baik dengan menyiagakan perahu karet dan truck dilokasi yang terdampak banjir.
"Bupati juga menghimbau kepada warga agar mengungsi jika banjir bertambah tinggi kelokasi yang lebih tinggi, seperti ketempat pelayanan kesehatan di posko siaga bencana yang telah disiapkan Pemkab Asahan ,dan kita telah menyediakan sembako seperti beras, mie instan, air kemasan dan beberapa makan ringan lainnya kepada warga yang terkena banjir, “ungkapnya.
Masih katanya, bahwa banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi mulai pukul 17.30 WIB pada 15 September 2017 lalu dan pukul 04.30 WIB, pada hari ini, 16 September 2017.
Hujan hampir di seluruh wilayah kabupaten Asahan dan tetangganya, termasuk dibagian hulu kabupaten Simalungun. Dan hal ini menyebabkan luapaan permukaan air sungai Aek Silo, sungai Ambalutu, sungai Piasa, dan sungai Kopas dari bagian hulu, katanya. (rial)