"Dengan meningkatnya produksi padi serta didorong kenaikan harga jual gabah kering saat ini, petani di kecamatan ini mulai bergairah menanam padi,” ucap Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Bahorok, Munir, usai melakukan tanam padi perdana varitas Patiwi kerjasama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Koramil 06 Bahorok di Bahorok, Jumat (2/2/2018).
Dirinya juga menghimbau sejak meningkatnya produksi padi di Kecamatan Bahorok, Petani di Kecamatan Bahorok agar memproduktifkan kembali lahan persawahan yang sebelumnya beralih fungsi menjadi lahan perkebunan dan palawija.
Saat ini, Munir mengakui, petani yang mengalihfungsikan lahannya menjadi lahan perkebunan dan palawija, kini memfungsikannya kembali menjadi lahan persawahan. Penggerak petani di Bahorok ini menyebutkan, banyak faktor yang mendorong petani kembali bergiat menanam padi, di antaranya ketersedian pupuk yang telah memadai, bibit yang berkualitas baik serta harga jual gabah yang semakin membaik.
Munir juga yakin, dengan semakin banyak masyarakat memfungsikan kembali lahan persawahan di Bahorok, tingkat produksi padi di kecamatan itu akan terus meningkat setiap tahun.
"Difungsikan kembali lahan persawahan yang sebelumnya beralih fungsi akan mendorong peningkatan produksi pangan di kecamatan ini,” tegas Munir.
Sementara itu, Danramil 06/Bahorok, Kapten Inf Joni Siagian mengatakan, selain melakukan pendampingan pada petani, TNI juga memonitoring penyaluran bantuan terhadap kebutuhan tanaman.
"Penyaluran pupuk bersubsidi misalnya kita sesuaikan jadwal dengan realisasi lapangan, begitu juga dengan bantuan lain,” ujarnya. (lkt-1)