PADANGSIDIMPUAN - Pemerintah Kota Padangsidimouan
Menghimbau kepada seluruh agen maupun pangkanlan gas Elpiji 3 kg agar
tidak menjual Elpiji Bersubdisi melampaui Harga Normal atau di atas Harga
Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan,
yaitu Rp16.000,-/Tabung.
Hal ini disampaikan
kepala bagian (Kabag) Perekonomian Kota Padangsidimpuan, Agus Salim Siregar,
Kamis, (25/10/18).
"Kita
tidak ingin apa yang sudah Disubdisi Pemerintah dimanfaatkan oknum untuk
keuntungan pribadi," Tegasnya.
Kemudian
dikatakannya, bahwa hasil monitoring tim Pemko Padangsidimpuan selama dua hari
mulai Tanggal 3 s/d 4 Oktober 2018, terdiri dari Asisten II Rahuddin Harahap
SH, Bagian Perekonomian Setda Kota Padangsidimpuan dan pihak Kepolisian,
masih banyak ditemukan pihak pangkalan menjual diatas HET.
Seperti
halnya, kata Agus Salim, Pangkalan Zulkarnaen Nasution masih
menjual diatas HET yaitu Rp 18.000,-. Begitu juga Pemilik Pangkalan Eko Julia
Sadabuan tidak ditemukan ditempatnya.
Seterusnya,
tambah Agus Salim, Tim Monitoring Gas Elpiji juga melaksanakan Monitoring ke
Pangkalan Jalan Sutan Soripadamulia Pemilik Pangkalan Ahmad Gozali Bangun,
Plang Merek nya tidak dipasang dan Harga dijual diatas HET yaitu Rp 18.000.
Seterusnya,
tambah Agus Salim lagi, Tim terus turun ke Pangkalan Amir Hamja Nasution,
Pemilik tidak ditemukan di tempat dan Papan Merek juga tidak ada.
"Pangkalan
rata - rata menjual 80 Tabung per Hari selain Hari Minggu. Walikota
Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution SH berharap melalui Kabag Perekonomian,
agar Pangkalan menjual Gas Elpiji 3 Kg jangan diatas HET, yaitu Rp 16.000,-.
Dan harus memasang Papan Merek Pangkalan" paparnya.
Dijelaskannya,
bahwa setiap Pangkalan yang berhasil ditemukan diberikan Pembinaan agar jangan
menjual diatas HET.
Menurutnya,
sebanyak 69 Pangkalan yang tersebar di Kota Padangsidimpuan dan terdiri dari 3
Agen yaitu Agen Karim Bersaudara Gas mempunyai 23 Pangkalan, Angkola Jaya
Perkasa memiliki 26 Pangkalan dan Agen Amora Deras Gas mililiki 20 Pangkalan.
Hasil Monitoring Tim, bahwa semua pihak Pangkalan rata - rata menjual Rp
18.000/Tabung. Padahal, HET nya hanya Rp 16.000/Tabung.
Agus
menjelaskan, Program Elpiji 3 Kg merupakan Konversi dari Minyak Tanah. Beberpa
Tahun silam, Pemerintah gencar mengampanyekan kepada Pengguna Minyak Tanah
untuk beralih ke Gas.
"Bila
pihak Pangkalan masih tetap menjual diatas HET, Tim nanti akan merekomendasikan
ke Pihak Berwajib. Dan Monitoring yang dilaksanakan oleh Tim saat ini, sipatnya
masih dalam bentuk Pembinaan bagi Pemilik Pangkalan. Dengan memberikan saran
kepada Pemilik Pangkalan agar menjual Gas LPG bersubsidi sesuai HET yang
ditetapkan Pemerintah, agar para Pangkalan mengutamakan Penjualan Gas LPG
bersubsidi kepada Rumah Tangga dan Usaha Mikro dari pada Pengecer LPG, sehingga
harga sesuai HET", sebutnya.
Selanjutnya
Agus menegaskan bahwa Pengawasan dilaksanakan secara rutin tiap bulannya, untuk
menghindari kenaikan Harga dan Kelangkaan Gas Elpiji Bersubsidi dan diperlukan
penataan ulang dan penambahan Pangkalan Gas LPG Bersubsidi di Kota
Padangsidimpuan, untuk mengurangi Pengecer Gas.
"Dengan
bertambahnya Pangkalan, Gas LPG diharapkan masyarakat tidak lagi membeli kepada
Para pengecer dan setiap Pangkalan dihimbau agar memasang Papan Merek".Pungkasnya.
(Sy)