![]() |
H Darno Majid saat menyambangi warga Sulbar yang telantar di Bandara Kualanamu |
KUALANAMU – Berkat
sinergitas media yang tergabung dalam Organisasi Jurnalis Online Indonesia
(JOIN), redaksi Metro-Online.co bersama redaksi Menit7.com berhasil membantu
memulangkan Ferdy Bin Malik sekeluarga yang sudah sempat telantar dan
terlunta-lunta di Bandara Kualanamu selama 6 hari lamanya.
Sekedar diketahui, pemberitaan Metro-Online.co yang
bermarkas di Kota Medan, mendapat reaksi dari redaksi Menit7.com yang berkantor
di Sulawesi Barat. Berkat bantuan Saudara Hunaini, selaku direktur Menit7.com, langsung
menghubungi salah satu Bupati di sana.
Kemudian, Bupati dari daerah asal Ferdy Bin Malik,
menghubungi Kepala BPBD Prov Sulteng, H Darno Majid yang bertepatan sedang
berada di Kota Medan dalam suatu tugas. Selanjutnya, Darno Majid menghubungi
redaksi Metro-Online.co untuk memastikan pemberitaan.
Di saat yang sama, PT Angkasa Pura II Cabang Bandara
Kualanamu Deliserdang yang juga mengetahui keberadaan Ferdy Bin Malik sekeluarga
telantar lewat pemberitaan, berinisiatif untuk membantu warga Sulawesi Barat
yang sudah 6 hari telantar di Bandara Kualanamu setelah dideportasi Imigrasi Malaysia
itu.
Rencananya, keluarga Ferdy Bin Malik bersama istri dan 4
orang anaknya yang masih balita diberangkatkan ke Sulawesi Barat dengan pesawat
Citilink dengan nomor penerbangan QG 919 berangkat pukul 19.30 wib.
Executif General Maneger PT Angkasa Pura II Kantor Cabang
Bandara Kualanamu, Bayuh Iswantoro melalui Maneger OIC Abdi Negoro, Minggu (21/10/2018)
malam mengatakan, pemulangan warga Propinsi Sulawesi Barat ini bentuk
kepedulian dan kemanusian. Sebab, warga Sulawesi Barat ini terlunta-lunta di Bandara
Kualanamu bersama 4 anak mereka yang masih kecil kecil.
"Kami fasilitasi pemulangan keluarga Ferdy Bin Malik
ke kampung halamannya di Sulawesi Barat malam ini. Kami tidak tau sebelumnya
yang bersangkutan sudah 5 hari telantar di Bandara Kualanamu. Setelah kami
mendapat informasi, langsung kami lakukan evakuasi ke ruangan yang lebih layak
untuk istirahatkan keluarga itu. Anaknya ada 4 orang 3 orang di antaranya sempat
sakit panas tinggi pada Sabtu malam kemarin. Tapi sudah kami bawa berobat ke rumah
sakit dan sekarang sudah baikan," pungkas Abdi.
Di waktu bersamaan, Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Barat, H Darno Majid datang menjenguk Ferdy dan keluarganya di Bandara Kualanamu untuk
memastikan berita di METRO ONLINE yang menyebutkan ada warga Sulawesi Barat
yang telantar di Bandara Kualanamu setelah dideportasi dari Malaysia.
"Saya kemari datang memastikan karena ada berita tentang
warga Sulawesi Barat yang telantar sudah 5 hari di Bandara Kualanamu. Saya
sudah sampaikan hal ini pada Bapak Gubernur Sulawesi Barat. Beliau memerintahkan
saya untuk melihat dan memastikan warga tersebut. Pemerintah Sulawesi Barat
siap memulangkan mereka. Setelah melihat, ternyata benar warga Sulawesi Barat.
Atas bantuan dari pihak PT Angkasa Pura, saya atasnama pemerintah Propinsi
Sulawesi Barat sesuai arahan Bapak Gubernur mengucapkan banyak terima kasih
sudah memfasilitasi perawatan dan pemulangan warga kami," ungkapnya.
Sebelumnya satu keluarga ini berasal dari Sulawesi Barat.
Masing-masing Ferdy Malik (40), istrinya Hasna (37) dan keempat anak mereka,
Muhamad Yusuf (5), Muhamad Ismail (4), Khairul (3) dan Muhamad Ibrahim (6 bulan).
Mereka berstatus sebagai warga Desa Kelapa Dua, Kecamatan Andreapi Polewali
Mandar Sulawesi Barat.
Ferdy Malik dan keluarganya dideportasi pihak imigrasi
Malaysia pada Selasa 16 Oktober 2018 lalu dari Kuala Lumpur. Sebelumnya Ferdy
dan istrinya bekerja sebagai buruh pabrik selama 12 tahun di Malaysia. Dia
dideportasi oleh imigrasi Malaysia karena tidak memiliki dokumen resmi untuk
tinggal di Malaysia. Ferdy merupakan pekerja Indonesia yang masuk ke Malaysia
secara non prosedural.
Saat tiba di Bandara Kuanamu 6 hari yang lalu, empat anak
Ferdy mulai terserang sakit karena sudah 5 hari tidur di lantai Bandara
Kualanamu. Dia berharap ada pihak yang dapat memulangkan dia dan keluarganya ke
kampung halamannya di Sulawesi Barat.
Selama telantar di Bandara Kualanamu, satu keluarga ini hanya mendapat makan dan minum dari para pekerja bandara yang iba atas nasib keluarga ini. Kondisi mereka cukup memprihatinkan, terutama keempat anaknya yang masih balita. kini Ferdy merasa lega dapat difasilitasi pulang ke kampung halamannya oleh PT angkasa Pura II Bandara Kualanamu.
"Saya sangat berterima kasih sudah peduli dengan
nasib kami. Sebelumnya, kami sudah pasrah bagaimana yang harus dilakukan sudah
tidak tau lagi, karena kami tidak punya uang untuk ongkos pesawat dan pada para
pegawai clening service terima kasih sudah memberi kami makan selama 5 hari di sini,
dan pada PT angkasa pura II Kualanamu trimakasih," ucap Ferdy sambil
berlinang airmata didampingi istrinya.(wan)