![]() |
warga antrian saat membeli tabung gas 3 Kg. |
TAPANULI UTARA|Banyak yang berasumsi gas bersubsidi 3 kg langka di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), sebagian orang berasumsi gas tersebut tidak langka, hanya saja pasokan kuota ditambah, dikarenakan pemakaian konsumen meningkat.
Memasuki minggu kedua di bulan Nopember 2018, ratusan warga terus antrian setiap harinya untuk mendapatkan gas bersubsidi LPG 3 kg.
Mirisnya, dari ratusan warga yang antrian, orangnya itu itu aja. Tiga perempat dari warga yang antri itu dari kalangan pengusaha, PNS yang bisa dikategorikan berpenghasilan menengah keatas. Banyak di antara mereka menggunakan mobil pribadi dan sepeda motor dengan mengangkat dua bahkan tiga tabung gas LPG 3 kg setiap harinya. Padahal, peruntukkannya diprogramkan pemerintah untuk warga miskin.
Pantauan wartawan, ditempat agen resmi PT. Samudera Indah milik Basirun Silalahi, warga sudah antri mulai pukul 07.00 Wib pagi hingga pukul 10.00 Wib. Sekitar 2000 tabung gas setiap harinya habis.
Warga yang datang sudah dari berbagai pelosok desa. Sebab, pengecer di desa tidak dapat jatah lagi dari agen resmi.
"Kami heran, kok bisa seperti ini, masa setiap hari antri untuk mendapat tabung gas 3 kg. Dimana perhatian pemerintah dengan kelangkaan gas bersubsidi ini," jelas ibu M br Pakpahan warga Kecamatan Pangaribuan kepada wartawan, Selasa (20/11) saat menunggu antrian di agen resmi PT. Samudera Indah Tarutung.
Kata ibu itu, sudah hampir dua minggu gas bersubsidi kosong di desanya, termasuk di tempat pengecer.
Senada diungkapkan Tulus Sibuea (41) warga Aek Ristop Kecamatan Tarutung, bahwa gas bersubsidi 3 kg tidak pernah langka di Taput. Hanya saja, tidak tepat sasaran lagi penyalurannya.
" Banyak sub agen yang tidak mau lagi menjual gas bersubsidi. Mereka ditangkap karena menaikkan harga per tabung gas. Namanya juga berusaha, harus ada untung. Mari kita tanya mereka, berapa sebenarnya harga per tabungnya dibayar sub agen ke agen resmi," jelasnya. Rabu (21/11).
Kesempatan inilah yang dimamfaatkan para orang orang yang berpenghasilan tinggi. Mereka datang naik mobil pribadi hingga mengangkat 2 sampai 3 tabung gas per harinya.
Dari hasil pengakuan warga, satu tabung gas 3 kg per satu keluarga itu membutuhkan 2 tabung gas per bulannya. Artinya, kuota gas bersubsidi 3 kg untuk taput sebenarnya cukup.
Amatan dilokasi, harga gas bersubsidi 3 kg di agen resmi dibayar warga Rp. 18 ribu.
Benny Aritonang yang bekerja di PT. Samudera Indah mengatakan, setiap harinya 2 ribu tabung gas diturunkan.
Selain PNS, yang antrian juga ikut pengusaha rumah makan dan restaurant.(tu-1)
Warga yang datang sudah dari berbagai pelosok desa. Sebab, pengecer di desa tidak dapat jatah lagi dari agen resmi.
"Kami heran, kok bisa seperti ini, masa setiap hari antri untuk mendapat tabung gas 3 kg. Dimana perhatian pemerintah dengan kelangkaan gas bersubsidi ini," jelas ibu M br Pakpahan warga Kecamatan Pangaribuan kepada wartawan, Selasa (20/11) saat menunggu antrian di agen resmi PT. Samudera Indah Tarutung.
Kata ibu itu, sudah hampir dua minggu gas bersubsidi kosong di desanya, termasuk di tempat pengecer.
Senada diungkapkan Tulus Sibuea (41) warga Aek Ristop Kecamatan Tarutung, bahwa gas bersubsidi 3 kg tidak pernah langka di Taput. Hanya saja, tidak tepat sasaran lagi penyalurannya.
" Banyak sub agen yang tidak mau lagi menjual gas bersubsidi. Mereka ditangkap karena menaikkan harga per tabung gas. Namanya juga berusaha, harus ada untung. Mari kita tanya mereka, berapa sebenarnya harga per tabungnya dibayar sub agen ke agen resmi," jelasnya. Rabu (21/11).
Kesempatan inilah yang dimamfaatkan para orang orang yang berpenghasilan tinggi. Mereka datang naik mobil pribadi hingga mengangkat 2 sampai 3 tabung gas per harinya.
Dari hasil pengakuan warga, satu tabung gas 3 kg per satu keluarga itu membutuhkan 2 tabung gas per bulannya. Artinya, kuota gas bersubsidi 3 kg untuk taput sebenarnya cukup.
Amatan dilokasi, harga gas bersubsidi 3 kg di agen resmi dibayar warga Rp. 18 ribu.
Benny Aritonang yang bekerja di PT. Samudera Indah mengatakan, setiap harinya 2 ribu tabung gas diturunkan.
Selain PNS, yang antrian juga ikut pengusaha rumah makan dan restaurant.(tu-1)