![]() |
Plang salah satu OKP yang ditumbang |
Pemicunya diduga adanya penumbangan plang salah satu keompok pemuda serta pengecatan jembatan dan tiang listrik.
Informasi diperoleh, sebelum bentrokan terjadi, salah satu kelompok pemuda yang berjumlah mencapai puluhan orang diduga menumbangkan satu plang serta mengecat jembatan dan tiang listrik di simpang parit busuk Desa Sampali. Namun tiba-tiba dari kelompok pemuda lainnya melihat dan melapor ke rekan rekannya.
Tak lama kemudian puluhan pemuda yang dipimpin Na dengan bersenjata tajam dan batu langsung menyerang dan melempari kelompok pemuda yang melakukan pengecatan iu dipimpin He. Bentrokan antar 2 kelompok pemuda itu akhirnya pecah dan situasi mencekam.
Sejumlah warga lalu melaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan. Kapolsek Kompol Faidil Zikri yang saat itu sedang rapat di Mapolrestabes memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Daulay untuk turun ke lokasi bentrok.
Karena situasi makin mencekam Kapolsek bersama Kanit Intel dan personil Sat Sabhara Polrestabes Medan tiba di lokasi. Mengetahui kedatangan petugas, kedua kelompok pemuda melarikan diri.
Namun dari simpang parit busuk Dusun 24 Desa Sampali, petugas membekuk salah satu dari kelompok penyerang pertama berinisial Her. Dari hasil interogasi, Her mengaku diperintah oleh Na untuk melakukan penyerangan. Kapolsek dan jajaran saat itu juga mengejar Na ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi, namun Na tak ditemukan.
Selanjutnya petugas memboyong Her berikut plang ke Mako guna di proses lebih lanjut. Sementara itu sejumlah petugas masih berjaga di lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
"Her masih menjalani pemeriksaan intensif," ujar Kompol Faidil. (jo)
Tak lama kemudian puluhan pemuda yang dipimpin Na dengan bersenjata tajam dan batu langsung menyerang dan melempari kelompok pemuda yang melakukan pengecatan iu dipimpin He. Bentrokan antar 2 kelompok pemuda itu akhirnya pecah dan situasi mencekam.
Sejumlah warga lalu melaporkannya ke Polsek Percut Sei Tuan. Kapolsek Kompol Faidil Zikri yang saat itu sedang rapat di Mapolrestabes memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Daulay untuk turun ke lokasi bentrok.
Karena situasi makin mencekam Kapolsek bersama Kanit Intel dan personil Sat Sabhara Polrestabes Medan tiba di lokasi. Mengetahui kedatangan petugas, kedua kelompok pemuda melarikan diri.
Namun dari simpang parit busuk Dusun 24 Desa Sampali, petugas membekuk salah satu dari kelompok penyerang pertama berinisial Her. Dari hasil interogasi, Her mengaku diperintah oleh Na untuk melakukan penyerangan. Kapolsek dan jajaran saat itu juga mengejar Na ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi, namun Na tak ditemukan.
Selanjutnya petugas memboyong Her berikut plang ke Mako guna di proses lebih lanjut. Sementara itu sejumlah petugas masih berjaga di lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
"Her masih menjalani pemeriksaan intensif," ujar Kompol Faidil. (jo)