TAPANULI UTARA|Satika Simamora, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasd) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) membawa para pengrajin asal daerah itu kunjungan Study ke kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta.
Dalam kunjungan sepekan sejak 27 November hingga awal Desember itu, Dekranasda membawa pengrajin mengunjungi lokasi pengrajin-pengrajin yang ada di daerah tersebut.
Satika Simamora, ketua Dekranada Taput kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (4/12) mengatakan, potensi yang ada di kabupaten taput sebenarnya lebih bagus dan baik dari segi alam dan bahan-bahan yang dapat dijadikan sebagai kerajinan.
Dalam kunjungan sepekan sejak 27 November hingga awal Desember itu, Dekranasda membawa pengrajin mengunjungi lokasi pengrajin-pengrajin yang ada di daerah tersebut.
Satika Simamora, ketua Dekranada Taput kepada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (4/12) mengatakan, potensi yang ada di kabupaten taput sebenarnya lebih bagus dan baik dari segi alam dan bahan-bahan yang dapat dijadikan sebagai kerajinan.
" Semua bahan ada disini.Tinggal kita tidak boleh malas dan harus jeli melihat potensi yang kita miliki yang sebenarnya berada di sekitar kita. Intinya harus kreatif,"katanya.
Masalah pemasaran kerajinan-kerajinan tangan, Pemerintah disebutnya akan membantu para pengrajin.
"Saya sebagai ketua Dekranasda juga akan membantu.karenanya, kita tidak boleh takut mencoba membuat produk apapun dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar kita. Kalau bisa bekerjasama dengan baik, pasti produk-produk itu akan laku dijual,"terangnya.
Ia menceritakan, dari kunjungan study ia melihat kegigihan dari para pengrajin yang ada di daerah tersebut.Padahal,katanya,
mereka menggunakan alat manual seadanya.
"Tapi mereka sabar mengerjakan meski dengan keterbatasan seperti itu.Sikap sabar dan gigih ini harus diterapkan para pengrajin kita,"katanya.
Terpisah,Herli Sinaga, Sekretaris Dekranasda Taput menjelaskan, sebanyak 17 pengrajin Taput diikutkan kunjungan Study itu. Pengrajin dibawa melihat proses pembuatan kerajinan rotan, kayu, anyaman,bambu,tenunan, Kuliner, hingga salon yang ada beberapa tempat di kabupaten Bantul, Jogjakarta.
Ia menjelaskan, di pengrajin rotan dan anyaman mereka melihat bagaimana membuat keranjang unik, tas dan tikar, untuk tenunan bagaimana pencelupan benang, penjemuran hingga selesai menjadi tenun khas jogja. Sedangkan untuk salon, bagaimana membuat lulur yang bahannya terbuat dari kopi, kakao, dan bahan-bahan lainnya. (tu-1)
Masalah pemasaran kerajinan-kerajinan tangan, Pemerintah disebutnya akan membantu para pengrajin.
"Saya sebagai ketua Dekranasda juga akan membantu.karenanya, kita tidak boleh takut mencoba membuat produk apapun dari bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar kita. Kalau bisa bekerjasama dengan baik, pasti produk-produk itu akan laku dijual,"terangnya.
Ia menceritakan, dari kunjungan study ia melihat kegigihan dari para pengrajin yang ada di daerah tersebut.Padahal,katanya,
mereka menggunakan alat manual seadanya.
"Tapi mereka sabar mengerjakan meski dengan keterbatasan seperti itu.Sikap sabar dan gigih ini harus diterapkan para pengrajin kita,"katanya.
Terpisah,Herli Sinaga, Sekretaris Dekranasda Taput menjelaskan, sebanyak 17 pengrajin Taput diikutkan kunjungan Study itu. Pengrajin dibawa melihat proses pembuatan kerajinan rotan, kayu, anyaman,bambu,tenunan, Kuliner, hingga salon yang ada beberapa tempat di kabupaten Bantul, Jogjakarta.
Ia menjelaskan, di pengrajin rotan dan anyaman mereka melihat bagaimana membuat keranjang unik, tas dan tikar, untuk tenunan bagaimana pencelupan benang, penjemuran hingga selesai menjadi tenun khas jogja. Sedangkan untuk salon, bagaimana membuat lulur yang bahannya terbuat dari kopi, kakao, dan bahan-bahan lainnya. (tu-1)