![]() |
Massa warga Mabar dan Percut Sei Tuan demo PT Toba Surimi |
MEDAN UTARA |
Puluhan masyarakat dari Lingkungan 1, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli dan
Dusun 19, Kecamatan Percut Seituan, melakukan aksi unjuk rasa ke PT Toba
Surimi, KIM II, Mabar, Kecamatan Medan Deli, Senin (28/1).
Demo yang dilakukan mayoritas ibu - ibu, merupakan aksi
lanjutan dari kekesalan masyarakat akibat aroma tidak sedap dari pabrik yang
bergerak dibidang pengalengan ikan laut pada Minggu (27/1) malam.
"Tadi malam kami sempat ribut, karena bau dari
pabrik ini menyengat kali. Makanya, kami datangi pabrik tadi malam dengan masuk
mendobrak seng belakang pabrik," beber seorang ibu - ibu di lokasi pabrik.
Kedatangan masyatakat untuk melakukan demo, meminta agar
perusahaan dapat bertanggung jawab atas bau busuk yang mencemari lingkungan
tempat tinggal mereka.
"Kami tidak tahan bau busuk selama ini, setiap hari
kami makan mau muntah. Perusahaan harus bertanggung jawab, kalau masih bau,
lebih baik parik ini tutup," teriak masyarakat.
Unjuk rasa berlangsung mendapat pengawalan dari petugas
Polsek Medan Labuban, pihak perusahaan mengajak utusan masyarakat untuk
melakukan musyawarah.
Setelah setengah jam melakukan perundingan, pihak
perusahaan belum bisa menyahuti aspirasi masyarakat. Perusahaan yang sudah
berlangsung lama mencemari aroma tidak sedap, tidak mampu memberikan bantuan
CSR kepada masyarakat.
Akibatnya, kesepakatan antara masyarakat dan perusahaan
tidak ada titik temu. Warga yang merasa dirugikan akibat bau busuk, membubarkan
diri, berencana akan melakukan aksi yang lebih besar.
"Perusahaan tidak mau menuruti tuntutan kami.
Makanya, kami bubar dan akan kembali demo untuk lebih besar lagi," ucap
ibu - ibu membubarkan diri.
Camat Medan Deli, Ferry Suheri dikonfirmasi mengatakan,
areal pabrik itu berada di Percut Seituan, jadi, warga yang ribut setelah di
cek bukan warga Medan Deli.
"Tadi saya sudah suruh cek lurah sama kepling,
lokasi pabrik tidak di wilayah kita. Warga yang ribut pun umumnya warga
Seintis, Percut Seituan, jadi kita tidak bisa campuri," ungkapnya. (mu-1)