Gara-gara Pasar Dadakan Padangsidimpuan Terkesan Kumuh

Sebarkan:
padangsidimpuan
Gara-gara Pasar Dadakan Padangsidimpuan Terkesan Kumuh


P.SIDIMPUAN | Pasar dadadakan yang berada di kawasan alaman Bolak (alun-alun) kota Padangsidimpuan ini terlihat tidak sedap dipandang mata, pasalnya sampah berserakan, kemudian ditambah lagi sembrautnya arus lalulintas serta kemacetan yang ditimbulkan oleh adanya pasar dadakan tersebut, sehingga mengakibatkan kota Padangsidimpuan terkesan kumuh.

Pasar dadakan tersebut, dijadikan transaksi jual beli oleh para pedagang musiman yang datang dari berbagai luar daerah, seperti, baju, celana dengan berbagai macam pakaian, makanan, minuman, aksesories dan beberapa permainan anak yang dimana pasar dadakan tersebut terlihat sama halnya dengan barang yang dijual di pasar sangkumpal bonang dan Plaza anugrah yang ada di pusat kota Padangsidimpuan itu sendiri.

Alun alun atau ruang publik terbuka kota Padangsidimpuan yang dinamakan alaman bolak Padang nadimpu adalah salah satu icon atau identitasnya kota Padangsidimpuan, yang dimana tempat ini sering dijadikan bermacam kegiatan, baik kegiatan pemerintah sendiri, maupun kegiatan dari perusahaan atau instansi swasta. Seharusnya ini tidak dipergunakan sembarangan sehingga merusak tatanan dan keindahan kota.

Informasi yang dihimpun metro-online.co dari berbagai sumber, semenjak dibangunnya alaman bolak pada 31 Desember 2001 lalu, pada masa kepemimpinan walikota Zulkarnaen Nasution, kemudian digantikan oleh Andar Amin Harahap dan sekarang dipimpin oleh Irsan Efendi Nasution, baru kali ini icon yang merupakan identitasnya kota Padangsidimpuan ini dijadikan pasar dadakan yang dimana pasar tersebut mengakibatkan sembrautnya kota Padangsidimpuan dan terkesan kumuh dan kotor.

Indar Sakti Tanjung wakil ketua komisi II DPRD kota Padangsidimpuan mengatakan, Ia sangat menyayangkan dan sangat prihatin dengan kondisi alaman bolak yang terjadi sekarang ini, dimana icon yang identitasnya kota dalulihan natolu ini dijadikan pasar dadakan oleh pemerintah kota, dimana kehadiran pasar tersebut banyak dari kalangan masyarakat yang tidak setuju akan hal itu sehingga masyarakat menilai pemko Padangsidimpuan salah dalam memberikan izin. Ucapnya.
Apakah pasar dadakan tersebut melanggar peraturan daerah (perda)  kota Padangsidimpuan? "Kalau melanggar perda tidak, kenapa? karna tidak ada di atur kategori apa yg harus bisa menyewa alaman bolak tersebut, sah-sah saja siapa yg mau pakai asalkan dia bayar Perda retrebusi yang sudah kita sahkan. Tetapi tidak itu saja, kita juga harus lihat atau pertimbangkan dulu kegiatan apa yangg mau dilakukan disana. contoh nya yang sekarang, Pasar dadakan itulah kita katakan, dimana pemerintah sudah tidak melihat keindahan pusat kota Padangsidimpuan, atau bisa kita katakan ikonnya Padangsidimpuan, coba lihat tenda nya, itu aja sudah terlihat merusak keindahan kota dan pandangan kita, ditambah lagi dengan kesemberautan penataannya. Saya rasa juga mungkin para pedang di sekitarnya juga pasti keberatan terhadap itu. Terus sampah juga berserakan dimana-mana, mungkin para pedangnya pun yang datang dari luar bukan pedagang yang berasal dari padangsidimpuan ini," ungkap Ketua DPC Partai Bulan Bintang Kota Padangsidimpuan yang sedang mencaleg ini, Senin (21/01/2019).

Dalam hal ini Indar Tanjung menyampikan kepada pemko Padangsidimpuan, seharusnya pemerintah terlebih dahulu mempertimbangkannya sebelum memberikan izin. "Pemerintah harus mengkaji dulu dampak apa yang akan di dapatkan ketika ada yg mau melakukan kegiatan di sana, baik dari segi kebersihan, ketertiban dan keindahan kota, tidak itu saja malah saya lihat mobil para pedagang itu juga di masukkan ke halaman bolak itu, tentu ini nanti sudah pasti akan mengalami kerusakan. Nanti baru dianggarkan pemeliharaannya, ini berarti sudah tidak sesuai lagi pengeluaran dengan pendapatan," jelas anggota DPRD yang biasa disapa Indar ini saat berbincang bersama metro-online.co, Senin (21/01/2019).

Ditambahkan Indar, dalam hal ini,  pemko Padangsidimpuan percuma memiliki banyak pemikir atau staff ahli bahkan tim percepatan pembangunan yang tidak bisa memberikan masukan yang baik kepada walikota.

Sementara AR. Morniff Hutasuhut pemerhati kota Padangsidimpuan dan pendiri LSM Aliansi Rakyat Merdeka (ALARM) Tabagsel,  menyebutkan, pemko Padangsidimpuan Sepertinya tidak mampu mengatasi kesembrautan kota Padangsidimpuan ini, contohnya kaki lima yang ada di jalan Tahmrin itu salah satu menggambarkan sembrautnya kota Padangsidimpuan ditambah lagi adanya pasar dadakan di alaman bolak.

"Kesemrautan yang dijalan Thamrin itu saja belum bisa di atasi pemko Padangsidimpuan, eh.. Malah ditambah lagi buat pasar dadakan, dipusat kota pula itu, jadi bertamabah sembrautlah," cetus Morniff, kepada metro-online.co, Senin (21/01/2019).

Morniff juga mengatakan, akibat pasar dadakan itu, arus lalulintas jadi sesak, kotanya terkesan kumuh dan seolah - olah pembangunan dan perubahannya terlihat stagnan (jalan ditempat).

Ia menilai walikota Irsan Efendi Nasution asal memberikan izin saja, tanpa harus membuat pengkajian terlebih dahulu. "Disanakan ada staff - staf ahlinya walikota, ya mereka harus bisa bekerja memberikan ide dan pemikiran - pemikiran kreatif serta masukan yang cerdas kepada walikota, namanya juga staff ahli ya harus ahlilah dalam bidangnya masing - masing. Apa mereka senang lihat pemandangan kota seperti itu, sembraut dan terkesan kumu?" tegas Pendiri LSM ALARM Se-Tabagsel ini. (Syahrul)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar