![]() |
Kecamatan Batang Kuis Dikepung Galian C di Tanah HGU |
BATANG KUIS |
Warga Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang, hingga saat ini resah dengan
aktifitas maraknya galian C. Pasalnya, aparat terkait terkesan tutup mata walau
kota kecil penyanggah Bandara International Kualanamu itu dikepung aktifitasgalian C yang sudah sangat menghawatirkan.
Seorang warga yang enggan disebut jati dirinya, Kamis (31/1)
mengatakan aktifitas tersebut sudah berlangsung lama. Karenanya diharapkan pada
Bapak Kapoldasu /Pangdam I Bukit Barisan terjun langsung ke Batang Kuis. Sebab,
dikhawatrikan apa bila aktifitas ini terus berlangsung bisa dikawatirkan Batang
Kuis akan tenggelam serta alamnya bisa rusak dan tercemar, akibat tanahnya
terus dikeruk di setiap sudut kota.
”Kalau aktifitas galian C ini terus dibiarkan Batang kuis
yang dulunya asri, akan bisa tenggelam, sebab dari lokasi pengerokan sudah
hampir berhakter kedalamanya 6 meter kebawah ini yang tidak dipikirkan para
pejabat. Yang bisa mengatasinya Bapak Pangdam I BB dan Kapoldasu kalau pejabat
daerah sudah terkesan tutup mata atau memang sudah ditutup ipit ipit oleh para
pemain galian C itu,” ungkap warga tersebut.
Hasil amatan, lokasi titik galian C di Kecamatan Bantang
Kuis yang dikawatirkan warga masing-masing terdapat di Dusun I Desa Sena, Dusun
VI Desa Sena, Dusun III Desa Sena, Desa tumpatan Nibung/Kampung Pietnam, serta
Rambungan Desa Baru sebagian diduga masih tanah HGU PTPN II.
Di lima titik ini aktifitasnya terus berjalan mulus,
bahkan alat berat beko dan traktor beraktifitas di dalamnya. Serta puluhan truk
hiliir mudik keluar masuk dari area tersebut mengangkut tanah timbum sampai
malam hari. Jalan hotmik berlumpur jatuh dari muatan truk, alhasil pengguna
jalan menuju Bandara Kualanamu khususnya roda dua was-was, khawatir terjadinya
kecelakaan lalulintas karena licin.
Camat Batang Kuis Irawadi Harahap yang dikonfirmasi, Kamis
(31/1) terkait hal ini mengaku sejauh ini pihaknya tidak ada memberikan izin
terkait aktifitas galian C di wilayahnya. Disoal pihaknya tutup mata, ia
menampiknya sebab mereka sudah memberikan surat teguran pemberhentian aktifitas
galian C tersebut pada pemilik. ”Sudah sejak lama kita berikan surat teguran
keras, bahkan pentutupan, tetapi kalau mereka tidak mengindahkanya kita tidak
bisa bertindak terlalu jauh,” singkatnya.(wan)