Sebatang Kara dan Sakit-sakitan di Gubuk Reot, Nenek Gulo Butuh Perhatian Dermawan

Sebarkan:

Nenek Satina Gulo Warga Nias Barat Tinggal di Gubuk Reot Sebatang Kara Memohon Bantuan Pemerintah
Nenek Satina Gulo Warga Nias Barat Tinggal di Gubuk Reot Sebatang Kara Memohon Bantuan Pemerintah

Nias Barat | Kasihan betul nasib Nenek Satina Gulo alias Ina Firi Gulo. Warga Desa Tuhemberua Kecamatan Mandehe Kabupaten Nias Barat Provinsi Sumatera Utara ini begitu menderita di hari tuanya. Sudahlah sebatang kara dan sakit-sakitan, dia pun cuma bisa tinggal di gubuk reotnya selama lebih kurang 20 tahun ini pasca kematian suaminya.

Disampaikan Nenek Satina Gulo yang terbatuk-batuk, setelah suaminya Borododo Gulo alias Ama Firi meninggal, dianya tinggal sebatang kara di rumah reotnya yang berlantai tanah itu selama lebih kurang 20 tahun. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhannya, dianya menderes karet orang. Terkadang dia sedikit bisa bertahan karena belas kasihan warga sekitar.

“Setelah harga karet turun, ditambah lagi saya sudah sakit-sakitan, kadang kala tidak makan dan hanya minum air dingin yang masih tersedia di penampungan air saja karena tidak sanggup memasak, sesekali juga warga sekitar bila kebetulan meilihat saya sedang sakit mereka membantu saya diberi makan,” ujar nenek Satina Gulo itu dengan nada sedih.
Nenek Satina juga mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah seumur hidupnya. Dianya mengaku tidak tahu apa penyebabnya. “Saya kadangkala merasa sedih melihat dan mendengar para tetangga saya menerima bantuan dari pemerintah, namun saya tidak pernah ada menerima,” ujar janda tua itu.

Nenek Satina yang mata sebelah kanannya cacat dan penglihatan di mata kirinya mulai kabur itu mengaku akan sangat berterimakasih dan senang bila ada yang membantu, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi kalau ada bantuan untuk perbaikan gubuk yang dindingnya sudah mulai membusuk bahkan sudah mulai miring karena termakan usia itu. Kondisi gubuk reot itu bahkan sudah mulai mengancam jiwa dan atap rumbianya juga sudah mulai bocor.


Diceritakannya, dari pernikahan Satina Gulo dengan almarhum Borododo Gulo, mereka belum dikarunia anak. Semasih suaminya ada, pasangan suami istri ini telah mengadopsi anak saudara. Namun karena kekurangan kebutuhan setiap hari, akhirnya anak yang diadopsinya itu pergi meninggalkannya dan kembali bersama dengan orangtua kandungnya di perantauan.

Keberadaan dan kehidupan Nenek Satina Gulo juga dibenarkan oleh Firdaus Gulo Kepala Desa Tuhemberua Kecamatan Mandehe yang baru mejabat 1 tahun lalu. “Sepengetahuan saya Nenek itu cukup memprihatinkan, baik dalam kebutuhan sehari-hari dan terlebih gubuk tempat tinggalnya sudah sangat tidak layak huni dan beliau juga tidak pernah menerima bantuan, dan setelah saya menjabat keberadaan nenek ini pernah kami laporkan di Dinas Sosial Kabupaten Nias Barat namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut,” ujar kades.

Ditambahkan Kepala Desa yang turut didampingi oleh Firman Jaya Gulo, S.Pd salah seorang warga, bila ada bantuan dari Pemerintah maupun para dermawan/pemerhati ingin membantu atau mengurangi beban nenek Satina, Pemerintah Desa siap mefasilitasi baik dalam kelengkapan data administrasi maupun dalam mempertemukan dengan beliau. "Bila memang ada dermawan, sebelumnya kami mengucapkan terimakasih,” katanya. (Marinus Lase)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar