Tapanuli Selatan | Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan berkomitmen memerangi penyalahgunaan narkoba di masyarakat, hal ini Disinyalir peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika tidak hanya merambah wilayah perkotaan, namun wilayah desa pun menjadi target sindikat narkotika baik nasional maupun internasional.
Dalam hal ini, maka BNNK Tapanuli Selatan (Tapsel), mengajak aparat kewilayahaan dan elemen masyarakat di pedesaan bersama-sama memberantas kejahatan narkotika.
Kepala BNNK Tapanuli Selatan AKBP Siti Aminah Siregar yang didampingi kasi pencegahan, pemberdayan Masyarakat Aini Chaniago kepada wartawan mengatakan, untuk mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika sampai kepedesaan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapsel akan menggerakkan program Desa bersinar (bersih narkoba) kepada seluruh desa dan kelurahan yang ada diwilayah rayonisasi BNNK Tapsel. Jelasnya.
Dikatakannya, Program ini akan melibatkan tiga pilar yaitu, TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), dan pemerintah daerah (kepala desa, lurah, dan puskesmas), ini diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika yang sudah sangat memprihatinkan.
"Sebelumnya Kegiatan program desa bersinar ini sudah sejak tahun 2018 tersebut dicanangkan oleh BNN pusat, hanya saja baru tahun ini kita mulai sosialisasikan kepada masyarakat desa maupun masyarakat kelurahan." ucapnya, disela - sela saat audiensi bersama sejumlah media, Senin, (14/10/2019).
Ia juga mengatakan progran desa bersinar ini belum banyak yang mengetahuinya, baru ini akan disosialisasikan, program ini pernah diinformasikan baru lewat radio dan iklan dibaliho.
Dalam hal ini, maka BNNK Tapanuli Selatan (Tapsel), mengajak aparat kewilayahaan dan elemen masyarakat di pedesaan bersama-sama memberantas kejahatan narkotika.
Kepala BNNK Tapanuli Selatan AKBP Siti Aminah Siregar yang didampingi kasi pencegahan, pemberdayan Masyarakat Aini Chaniago kepada wartawan mengatakan, untuk mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika sampai kepedesaan, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapsel akan menggerakkan program Desa bersinar (bersih narkoba) kepada seluruh desa dan kelurahan yang ada diwilayah rayonisasi BNNK Tapsel. Jelasnya.
Dikatakannya, Program ini akan melibatkan tiga pilar yaitu, TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), dan pemerintah daerah (kepala desa, lurah, dan puskesmas), ini diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika yang sudah sangat memprihatinkan.
"Sebelumnya Kegiatan program desa bersinar ini sudah sejak tahun 2018 tersebut dicanangkan oleh BNN pusat, hanya saja baru tahun ini kita mulai sosialisasikan kepada masyarakat desa maupun masyarakat kelurahan." ucapnya, disela - sela saat audiensi bersama sejumlah media, Senin, (14/10/2019).
Ia juga mengatakan progran desa bersinar ini belum banyak yang mengetahuinya, baru ini akan disosialisasikan, program ini pernah diinformasikan baru lewat radio dan iklan dibaliho.
Program desa bersinar ini tujuannya agar tindakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) di wilayah desa maupun kelurahan dapat berjalan, tidak itu saja program ini juga nantinya akan dijual kepemerintah dalam artian disampaikan agar pemerintah juga ikut mensosialisikannya atau menggalakkan program ini . Terangnya.
"program desa bersinar ini salahsatu tujuannya untuk Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) di wilayah desa maupun di wilayah kelurahan, hal ini bagaimana kita bisa menguraingi pemakai (penyalahguna) dan pengedar atau penyuplai narkoba itu sendiri" ungkap Siti Aminah.
Program ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi perkembangan ancaman narkoba yang sangat dekat dan nyata serta dampaknya yang begitu kompleks serta mengancam eksistensi serta kedaulatan bangsa Indonesia dimasa mendatang,
“Dibutuhkan peran aktif dari Kepala Desa, lurah dan masyarakatnya agar terciptanya lingkungan pedesaan dan kelurahan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba sesuai dengan P4GN" terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa program desa bersinar ini sangat dibutuhkan adanya dibentuk relawan atau penggiat anti narkoba, yang dimana itu warga desa atau warga kelurahan itu sendiri, relawan inilah yang nantinya akan bertugas mengajak penyalahguna narkoba agar berhenti memaki narkoba atau mengajak mereka supaya mau dilakukan rehabilitasi dan relawan ini juga nantinya yang akan mensosialisasikan dampak bahaya narkoba kepada masyarakat lingkungannya.
"Melalui pencanangan program Desa Bersinar ini nantinya kita sangat mengharapkan masyarakat bersih narkoba serta menyatakan perang terhadap narkoba ,” tegasnya.
Ia juga mengajak agar kepala desa maupun lurah ada keberanian menggalakkan program desa bersih narkoba (bersinar) ini diwilayahnya masing - masing.
"kita harapkan pemerintahan desa memiliki keberanian agar desanya mau menggalakkan program desa bersinar ini, kan dana desa ada anggarannya untuk pemberdayaan masyarakat, jadi program desa bersinar itu bagaimana kita memperdayakan masyarakat itu jadi relawan anti narkoba ikut melakukan tim P4GN, sekarang tinggal pemdesnya, kami akan siap bersinergi." harapnya
Dalam hal ini, Kepala BNNK Tapsel berpesan, sosialisasi dampak narkoba yang sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan juga program desa bersinar yang baru akan digalakkan ini bisa menjadi bukti nyata untuk memerangi Narkoba, sehingga angka penyalahgunaan dan peredaran Narkoba berkurang, khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan dan sekitarnya. Pungkasnya. (Syahrul)
"program desa bersinar ini salahsatu tujuannya untuk Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN) di wilayah desa maupun di wilayah kelurahan, hal ini bagaimana kita bisa menguraingi pemakai (penyalahguna) dan pengedar atau penyuplai narkoba itu sendiri" ungkap Siti Aminah.
Program ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi perkembangan ancaman narkoba yang sangat dekat dan nyata serta dampaknya yang begitu kompleks serta mengancam eksistensi serta kedaulatan bangsa Indonesia dimasa mendatang,
“Dibutuhkan peran aktif dari Kepala Desa, lurah dan masyarakatnya agar terciptanya lingkungan pedesaan dan kelurahan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba sesuai dengan P4GN" terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa program desa bersinar ini sangat dibutuhkan adanya dibentuk relawan atau penggiat anti narkoba, yang dimana itu warga desa atau warga kelurahan itu sendiri, relawan inilah yang nantinya akan bertugas mengajak penyalahguna narkoba agar berhenti memaki narkoba atau mengajak mereka supaya mau dilakukan rehabilitasi dan relawan ini juga nantinya yang akan mensosialisasikan dampak bahaya narkoba kepada masyarakat lingkungannya.
"Melalui pencanangan program Desa Bersinar ini nantinya kita sangat mengharapkan masyarakat bersih narkoba serta menyatakan perang terhadap narkoba ,” tegasnya.
Ia juga mengajak agar kepala desa maupun lurah ada keberanian menggalakkan program desa bersih narkoba (bersinar) ini diwilayahnya masing - masing.
"kita harapkan pemerintahan desa memiliki keberanian agar desanya mau menggalakkan program desa bersinar ini, kan dana desa ada anggarannya untuk pemberdayaan masyarakat, jadi program desa bersinar itu bagaimana kita memperdayakan masyarakat itu jadi relawan anti narkoba ikut melakukan tim P4GN, sekarang tinggal pemdesnya, kami akan siap bersinergi." harapnya
Dalam hal ini, Kepala BNNK Tapsel berpesan, sosialisasi dampak narkoba yang sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan juga program desa bersinar yang baru akan digalakkan ini bisa menjadi bukti nyata untuk memerangi Narkoba, sehingga angka penyalahgunaan dan peredaran Narkoba berkurang, khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan dan sekitarnya. Pungkasnya. (Syahrul)