BNNP Sumut Tandatangani Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Sebarkan:
MEDAN-Zona Integritas sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien.

Sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat dan profesional serta bersih dari praktek KKN.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut), Brigjen Pol Drs Atrial SH pada pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi /Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Lingkungan BNNP Sumut, Selasa (22/10/2019). 
Kegiatan dirangkai dengan pencanangan Zona Integritas disertai dengan penandatanganan bersama yang digelar di halaman Mako BNNP Sumut di Jalan William Iskandar, Kelurahan Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/10/2019).

Tambah Brigjen Atrial, sebagaimana tercermin dalam 3 sasaran hasil utama program reformasi birokrasi yaitu terwujudnya birokrasi bersih dan KKN dan akuntabel, Birokrasi yang efektif dan efisien serta birokrasi yang memiliki pelayanan publik yang berkualitas "Membangun zona integritas bukan merupakan pekerjaan yang mudah, karena seluruh personel mulai dari Kepala Satuan Kerja hingga para pelaksana harus memberikan peran aktif dan komitmen untuk melakukan berbagai perbaikan internal organisasi secara nyata, sistematis dan berkelanjutan," tambahnya. 

Untuk menciptakan birokrasi dengan pelayanan publik yang berkualitas, BNN Sumut telah melaksanakan pelayanan publik terpadu dan dapat diakses secara elektronik melalui situs resmi BNNP Sumatera Utara yaitu sumut.bnn.go.id.

Adapun layanan publik yang dapat diakses oleh masyarakat yakni layanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN), layanan Rehabilitasi Rawat Jalan Sukarela Layanan Diseminasi Informasi P4GN Layanan Deteksi Dini, layanan Persuratan dan layanan Data dan Informasi.

Pada kegiatan tersebut juga dimusnahkan barang bukti narkoba yang sebanyak 1,5 kilogram. Dari jumlah barang bukti ini 7.700 jiwa terselamatkan dari narkotika. (ka)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar