Kualanamu : Petugas Bea cukai Kualanamu Internasional Airport ( KNIA ) Deliserdang berhasil menangkap seorang penumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 129 dari Kuala lumpur Malaysia pada Minggu 13 Oktober 2019 kemarin saat tiba di Bandara Kualanamu yang mencoba menyeludupkan Narkoba .
Penangkapan tersangka AN (41) warga Medang Deras Kabupaten Batubara Sumut , berawal dari kecurigaan intelijen bea cukai Bandara Kualanamu terhadap diri tersangka saat dilakukan pemeriksaan fisik dan barang barang bawaan ,setelah disimpulkan petugas langsung membawa tersangka ke rumah sakit
" Setelah dilakukan pemeriksaan medis dan ronsen ditemukan ada benda didalam Anus tersangka lalu dikeluarkan dan satu capsul ditemukan berisi narkoba jenis sabu sabu ," ungkap Kepala Bea Cukai Bandara Kualanamu Bagus Nugroho Tamtomo Putro .
Bagus Nugroho Tamtomo Putro juga menyebutkan upaya penggagalan penyeludupan Narkoba melalui penumpang pesawat dari Luar Negeri ini merupakan yang ketujuh kalinya selama setahun ini .
Beacukai Bandara Kualanamu tetap berkomitmen sungguh sungguh dalam pencegahan penyeludupan Narkoba melalui Bandara Internasional Kualanamu dan untuk penanganan lebih lanjut tersangka kami serahkan ke Satnarkoba Polda Sumut ,tegas Bagus.
Bagus Nugroho Tamtomo Putro dalam paparannya juga menyebutkan Ini sesuatu yang sangat memperihatinkan ,masih ada saja upaya penyeludupan Narkoba untuk menghancurkan anak bangsa khususnya Sumatera Utara ,dan BC Kualanamu siap menjadi garda terdepan untuk mencegah hal ini ," pungkasnya
Sementara itu ,Dirnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Hendri Marpaung dalam kesempatan itu menyampaikan kalau hingga kini pihaknya masih melakukan pengembangan atas jaringan narkoba Internasional ini ,meski tersangka mengatakan baru satu kali ini melakukan penyeludupan Narkoba namun serta Merta tak akan membuat kita percaya begitu saja ,pasti ada jaringannya dan itu masih kami lakukan pendalaman ,ungkap Polisi berpangkat melati tiga ini.
Kombes Pol Hendri Marpaung juga memberikan apresiasi pada Bea Cukai Kualanamu dan jajaran ,sudah menunjukkan motivasi dengan tupoksi Bea Cukai sebagai petugas yang mengantisipasi keluar masuknya barang barang dari Luar Negeri terutama Narkotika .
" Baik kelautan maupun udara ,dengan adanya sinergitas bersama sama mencegah peredaran Narkoba di masing masing sektor dan kelanjutannya tetap bersinergitas ,kita harus bersama sama mengambil langkah tegas dan terukur menyelamatkan bangsa kita dari Narkotika yang saat ini sudah masuk pada level yang yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat , sehingga para pengedar narkoba ini membuat cara yang paling murah agar narkobanya laku ,bisa saja hanya satu dua kali hisap dengan harga 10 ribu yang dirasa memiliki efek pengaruh selama enam jam ," kata Hendri .
Kepala Seksi Intelijen BNN Sumut mengatakan ,kurir terbang ini masih tetap marak ,Medan menjadi target pasar yang dituju oleh para Bandar Narkoba .
Dan upaya antisipasi adalah untuk sinergitas karena tak bisa kita bekerja sendiri untuk memberantas dan mencegah peredaran Narkoba khususnya di Sumatera Utara,pungkasnya .
Branch Comunication PT Angkasa Pura II Bandara KNIA mewakili EGM Bandara Mulia Rahman mengatakan sebagai pengelola Bandara sifatnya mendukung upaya penindakan dan pencegahan penyeludupan Narkoba melalui Bandara Kualanamu .
" Diharapkan kedepan untuk pengawasan dan pencegahan lebih ditingkatkan dan juga sepakat sinergitas antar instansi terus terjalin di Komunitas Bandara," ungkap Mulia Rahman.
Sementara itu Kepala Beacukai Bandara Kualanamu Bagus Nugroho Tamtomo Putro dalam paparannya Kamis 17/10/2019 mengatakan kronologis penangkapan tersangka penyelundup narkoba Minggu 13 Oktober 2019 lalu ,menggagal sabu sabu yang dibawa AN WNI laki laki , penumpang pesawat Air Asia dari Kuala lumpur Malaysia 46,5 gram dengan modus disimpan didalam anus .
Berdasarkan analisis intelijen lalu dilakukan pemeriksaan fisik dan badan dengan alat , indikator 18 persen lalu ditindak lanjuti di bawa kerumah sakit lalu dilakukan ronsen ,ditemukan satu benda asing di dalam anus ,setelah dikeluarkan ada sebuah kapsul warna hitam dan setelah di lakukan pengecekan serbuk putih didalam kapsul di ketahui positif narkotika sabu sabu .
" Ini sesuatu yang memperihatinkan ,masih ada saja upaya penyeludupan Narkoba untuk menghancurkan anak bangsa khususnya Sumatera Utara ,dan BC Kualanamu siap menjadi garda terdepan untuk mencegah hal ini ," pungkasnya.(wan)
Kombes Pol Hendri Marpaung juga memberikan apresiasi pada Bea Cukai Kualanamu dan jajaran ,sudah menunjukkan motivasi dengan tupoksi Bea Cukai sebagai petugas yang mengantisipasi keluar masuknya barang barang dari Luar Negeri terutama Narkotika .
" Baik kelautan maupun udara ,dengan adanya sinergitas bersama sama mencegah peredaran Narkoba di masing masing sektor dan kelanjutannya tetap bersinergitas ,kita harus bersama sama mengambil langkah tegas dan terukur menyelamatkan bangsa kita dari Narkotika yang saat ini sudah masuk pada level yang yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat , sehingga para pengedar narkoba ini membuat cara yang paling murah agar narkobanya laku ,bisa saja hanya satu dua kali hisap dengan harga 10 ribu yang dirasa memiliki efek pengaruh selama enam jam ," kata Hendri .
Kepala Seksi Intelijen BNN Sumut mengatakan ,kurir terbang ini masih tetap marak ,Medan menjadi target pasar yang dituju oleh para Bandar Narkoba .
Dan upaya antisipasi adalah untuk sinergitas karena tak bisa kita bekerja sendiri untuk memberantas dan mencegah peredaran Narkoba khususnya di Sumatera Utara,pungkasnya .
Branch Comunication PT Angkasa Pura II Bandara KNIA mewakili EGM Bandara Mulia Rahman mengatakan sebagai pengelola Bandara sifatnya mendukung upaya penindakan dan pencegahan penyeludupan Narkoba melalui Bandara Kualanamu .
" Diharapkan kedepan untuk pengawasan dan pencegahan lebih ditingkatkan dan juga sepakat sinergitas antar instansi terus terjalin di Komunitas Bandara," ungkap Mulia Rahman.
Sementara itu Kepala Beacukai Bandara Kualanamu Bagus Nugroho Tamtomo Putro dalam paparannya Kamis 17/10/2019 mengatakan kronologis penangkapan tersangka penyelundup narkoba Minggu 13 Oktober 2019 lalu ,menggagal sabu sabu yang dibawa AN WNI laki laki , penumpang pesawat Air Asia dari Kuala lumpur Malaysia 46,5 gram dengan modus disimpan didalam anus .
Berdasarkan analisis intelijen lalu dilakukan pemeriksaan fisik dan badan dengan alat , indikator 18 persen lalu ditindak lanjuti di bawa kerumah sakit lalu dilakukan ronsen ,ditemukan satu benda asing di dalam anus ,setelah dikeluarkan ada sebuah kapsul warna hitam dan setelah di lakukan pengecekan serbuk putih didalam kapsul di ketahui positif narkotika sabu sabu .
" Ini sesuatu yang memperihatinkan ,masih ada saja upaya penyeludupan Narkoba untuk menghancurkan anak bangsa khususnya Sumatera Utara ,dan BC Kualanamu siap menjadi garda terdepan untuk mencegah hal ini ," pungkasnya.(wan)