SERGAI - Ratusan pedagang pasar yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Sei Rampah (Himppera) menilai Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Soekirman tidak peduli dan memperhatikan kemajuan pasar yang berlokasi di Jalan Negara, Sei Rampah, Kabupaten Sergai, Sumatera Utara.
Hal itu diungkapkan oleh sejumlah pedagang Pasar Sei Rampah yang dipimpin Ketua Himppera Khairil Anwar Daulay didampingi Sekretaris Dian Surya Lesmana, beberapa hari lalu.
Khairil menceritakan bahwa pihaknya telah menyurati Bupati Sergai pada tanggal 7 Agustus 2019 terkait sejumlah permasalahan di pasar tersebut. Surat tersebut bernomor 32/VII/HIMPPERA/2019 tertanggal 7 Agustus 2019. Namun, hingga kini belum ada tanggapan.
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengalami kerugian dikarenakan menurunnya konsumen yang datang, sehingga mengakibatkan banyak pedagang yang tidak dapat mempertahankan dagangannya.
Menurutnya, penataan parkir juga merupakan masalah utama di pasar ini. Akibat penataan parkir yang semrawut, mengakibatkan konsumen tidak nyaman untuk berbelanja.
"Petugas parkir dengan sengaja membiarkan kendaraan parkir di pinggir jalan, petugas parkir juga tidak mampu menjaga keamanan barang konsumen sehingga pernah terjadi kehilangan barang di tempat parkir dan petugas juga kerap tidak mengembalikan uang parkir yang berlebih, retribusi nya kemana itu?," ungkapnya.
Hal itu diungkapkan oleh sejumlah pedagang Pasar Sei Rampah yang dipimpin Ketua Himppera Khairil Anwar Daulay didampingi Sekretaris Dian Surya Lesmana, beberapa hari lalu.
Khairil menceritakan bahwa pihaknya telah menyurati Bupati Sergai pada tanggal 7 Agustus 2019 terkait sejumlah permasalahan di pasar tersebut. Surat tersebut bernomor 32/VII/HIMPPERA/2019 tertanggal 7 Agustus 2019. Namun, hingga kini belum ada tanggapan.
Ia menjelaskan, pihaknya telah mengalami kerugian dikarenakan menurunnya konsumen yang datang, sehingga mengakibatkan banyak pedagang yang tidak dapat mempertahankan dagangannya.
Menurutnya, penataan parkir juga merupakan masalah utama di pasar ini. Akibat penataan parkir yang semrawut, mengakibatkan konsumen tidak nyaman untuk berbelanja.
"Petugas parkir dengan sengaja membiarkan kendaraan parkir di pinggir jalan, petugas parkir juga tidak mampu menjaga keamanan barang konsumen sehingga pernah terjadi kehilangan barang di tempat parkir dan petugas juga kerap tidak mengembalikan uang parkir yang berlebih, retribusi nya kemana itu?," ungkapnya.
Selain itu, Khairil juga meminta kepada Bupati Soekirman untuk membangun akses jalan belakang ke Pasar Rakyat Sei Rampah yang dapat dilalui kendaraan roda 4, mengingat adanya 4 Desa yakni Desa Sei Rejo, Desa Pematang Pelintahan, Desa Mangga Dua dan Desa Sukajadi, yang memiliki masyarakat yang berpotensi besar untuk berbelanja di pasar tersebut.
Khairil juga menyoroti drainase di pasar rakyat tersebut, dimana dengan tidak mengalirkan aliran limbah, menyebabkan timbulnya bau yang sangat menyengat, sehingga tidak adanya kenyamanan terhadap pedagang dan konsumen yang ada di pasar tersebut.
"Masih banyak permasalahan lain seperti kurangnya daya listrik pasar, kurangnya rongga udara dan pintu besar pasar sehingga udaranya panas dan pengap," tegasnya.
Lebih lanjut, Khairil meminta Bupati Sergai mengambil kebijakan terhadap pasar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Kami sangat memohon kepada Bupati agar secepatnya mengambil langkah-langkah kebijakan dalam hal mengatasi masalah-masalah yang terjadi di Pasar Rakyat Sei Rampah sehingga pedagang dapat mempertahankan usahanya masing-masing," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPC Pospera Sergai Elvi Yuliana Napitupulu meminta Bupati Sergai menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait persoalan pasar rakyat di Sergai.
Ia minta negara hadir di tengah-tengah persoalan rakyat. Menurutnya, Pemkab Sergai harus turun ke lapangan dalam merespon setiap masalah yang dihadapi rakyat. Apalagi persoalan pasar tidak main-main.
Elvi menambahkan, program revitalisasi merupakan program Presiden Jokowi secara nasional yang tidak boleh dianggap enteng karena pasar tradisional sangat menentukan inflasi daerah.
"Saya minta Bupati terbitkan Perbup terhadap pasar rakyat di Sergai, agar semua pasar dapat tertata rapi. Revitalisasi pasar tradisional itu kan programnya pak Jokowi karena disitulah penentu inflasi daerah. Jadi jangan main-main dengan program ini," tandasnya. (Ril)
Khairil juga menyoroti drainase di pasar rakyat tersebut, dimana dengan tidak mengalirkan aliran limbah, menyebabkan timbulnya bau yang sangat menyengat, sehingga tidak adanya kenyamanan terhadap pedagang dan konsumen yang ada di pasar tersebut.
"Masih banyak permasalahan lain seperti kurangnya daya listrik pasar, kurangnya rongga udara dan pintu besar pasar sehingga udaranya panas dan pengap," tegasnya.
Lebih lanjut, Khairil meminta Bupati Sergai mengambil kebijakan terhadap pasar sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Kami sangat memohon kepada Bupati agar secepatnya mengambil langkah-langkah kebijakan dalam hal mengatasi masalah-masalah yang terjadi di Pasar Rakyat Sei Rampah sehingga pedagang dapat mempertahankan usahanya masing-masing," ucapnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPC Pospera Sergai Elvi Yuliana Napitupulu meminta Bupati Sergai menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) terkait persoalan pasar rakyat di Sergai.
Ia minta negara hadir di tengah-tengah persoalan rakyat. Menurutnya, Pemkab Sergai harus turun ke lapangan dalam merespon setiap masalah yang dihadapi rakyat. Apalagi persoalan pasar tidak main-main.
Elvi menambahkan, program revitalisasi merupakan program Presiden Jokowi secara nasional yang tidak boleh dianggap enteng karena pasar tradisional sangat menentukan inflasi daerah.
"Saya minta Bupati terbitkan Perbup terhadap pasar rakyat di Sergai, agar semua pasar dapat tertata rapi. Revitalisasi pasar tradisional itu kan programnya pak Jokowi karena disitulah penentu inflasi daerah. Jadi jangan main-main dengan program ini," tandasnya. (Ril)