SERGAI - Seorang pekerja perkebunan kelapa sawit di Desa Sei Parit, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) dikagetkan dengan penemuan kerangka manusia saat melakukan penggalian tanah untuk menanam pohon kelapa sawit di areal perkebunan yang berjarak dua kilometer dari pemukiman warga.
Temuan kerangka manusia itu langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Dolok Masihul dan polisi langsung melakukan olah TKP temuan kerangka manusia.
Dari temuan ini, polisi melakukan evakuasi terhadap potongan tulang belulang manusia beserta potongan baju dan lembaran sampul buku nikah yang menyatu dengan tumpukan tulang belulang.
Temuan kerangka manusia itu langsung dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Dolok Masihul dan polisi langsung melakukan olah TKP temuan kerangka manusia.
Dari temuan ini, polisi melakukan evakuasi terhadap potongan tulang belulang manusia beserta potongan baju dan lembaran sampul buku nikah yang menyatu dengan tumpukan tulang belulang.
Menurut sopir eskavator Anto, Sabtu (2/11/2019) di TKP yang pertama sekali menemukan tulang belulang kerangka manusia itu menyebutkan penemuan tulang manusia itu saat ia mengorek tanah untuk menanam pohon kelapa sawit.
Begitu mengetahui tulang belulang tersebut kerangka manusia, Anto pun menghentikan pengorekan dan memberitahukan temuannya pada pengawas kebun dan meneruskannya pada pihak kepolisian.
Dari lokasi temuan tulang belulang, kerangka manusia itu polisi menduga milik korban pembunuhan dan potongan tulang belulang dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan forensik dan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara, di lokasi temuan langsung disterilkan dan dipasangi police line guna dilakukan pencarian untuk potongan tulang bagian tubuh korban lainnya diduga masih terkubur.
Kasatreskrim Polres Serdang Bedagai AKP Hendro Sutarno saat dikonfirmasi membenarkan temuan itu.
"Untuk penyidikan, kami belum bisa menyimpulkan karena terlalu dini dan temuan kerangka manusia terdiri potongan tulang belulang yang tidak utuh namun diperkirakan jumlahnya ada tiga orang karena hasil temuan ada tiga pakaian berbeda yang membungkus potongan tulang belulang tersebut," kata Hendro.
"Untuk masyarakat sekitar daerah itu kami harapkan melapor apabila ada keluarga mereka yang hilang. Sementara potongan tulang belulang dibawa ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman untuk dilakukan forensik dengan dokter forensik," pungkasnya. (Wan)
Begitu mengetahui tulang belulang tersebut kerangka manusia, Anto pun menghentikan pengorekan dan memberitahukan temuannya pada pengawas kebun dan meneruskannya pada pihak kepolisian.
Dari lokasi temuan tulang belulang, kerangka manusia itu polisi menduga milik korban pembunuhan dan potongan tulang belulang dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan forensik dan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara, di lokasi temuan langsung disterilkan dan dipasangi police line guna dilakukan pencarian untuk potongan tulang bagian tubuh korban lainnya diduga masih terkubur.
Kasatreskrim Polres Serdang Bedagai AKP Hendro Sutarno saat dikonfirmasi membenarkan temuan itu.
"Untuk penyidikan, kami belum bisa menyimpulkan karena terlalu dini dan temuan kerangka manusia terdiri potongan tulang belulang yang tidak utuh namun diperkirakan jumlahnya ada tiga orang karena hasil temuan ada tiga pakaian berbeda yang membungkus potongan tulang belulang tersebut," kata Hendro.
"Untuk masyarakat sekitar daerah itu kami harapkan melapor apabila ada keluarga mereka yang hilang. Sementara potongan tulang belulang dibawa ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman untuk dilakukan forensik dengan dokter forensik," pungkasnya. (Wan)