Sumut Tambah 3 Emas di Porwil XX/2019

Sebarkan:
BENGKULU-Kontingen Sumatera Utara (Sumut) menambah tiga medali emas dan dua medali perunggu pada perlombaan hari kedua Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) se-Sumatera di Bengkulu, Minggu (3/11/9 09).

Tiga medali emas Sumut masing-masing disumbangkan Syafaat Tarigan dari nomor Jalan Cepat 20km putra. Selain menjadi yang terbaik di nomor ini, atlet asal Karo ini juga meraih tiket tampil di PON X/2020 Papua, karena catatan waktunya 1;51;44 atau 1 jam 51 menit, 44 detik jauh di bawah limit PON yakni 2;00;00.

Emas Sumut lainnya disumbangkan Andi Fauzan dari renang gaya bebas 1.500m putra. Sementara dua perunggu diperoleh dari cabor Kempo dan Renang nomor estafet gaya ganti putri.

Sedangkan satu emas lainnya diraih dari biliar persembahan pendatang baru duet Rome Pance Tampubolon dan Punguan Hasiolan Simbolon dari nomor Double Putra Bola 8.
Dengan hasil ini Sumut untuk sementara mengumpulkan empat medali emas dua perak dan tiga perunggu. Pada hari pertama Sabtu kemarin Kontingen yang dipimpin Prof Agung Sunarno meraih satu emas satu perak dari Biliar setelah pasangan Jefri Zein dan M Fadli terbaik di nomor Double putra Bola 10, sementara Rome Pance Tampubolon dan Punguan Hasiolan Simbolon runner up Dobule Putra Bola 9. Cabor Panjat Tebing Sabtu kemarin juga menyumbangkan perak dari nomor Boulders Beregu Putra.

Sementara sepakbola menyumbangkan perunggu dan lolos ke PON XX/2020. Ambisi Bengkulu Hingga hari kedua pelaksanaan Porwil X/2020, ambisi tuan rumah terkesan sangat mengkristal, bahkan hal ini membuat pesta olahraga paling bergengsi se-Sumatera yang diwariskan Mantan Pangkowilhan I Letjen TNI (Purn) Soesilo Soedarman, terkesan ternodai karena jauh dari nafasnya olahraga, fair play.

Kesan tidak fair play tuan rumah Bengkulu diduga dampak dari ambisi ingin menjadi juara umum Porwil 2019, bukan hanya dengan banyaknya “atlet impor” memperkuat tim tuan rumah, tapi pelayanan dari sisi komsumsi dan transportasi juga sangat mengecewakan.

'Migrasi' atlet Pulau Jawa memperkuat Kontingen Bengkulu disinyalir ternjadi di hamper semua cabor, atau sangat terasa di cabor tinju (12 atlet), bola voli (satu tim putri), bulutangkis (tiga atlet), muaythai, termasuk juga biliar.

Sementara Ketua Kontingen Sumut Prof Agung Sunarno mengaku prihatin dan kecewa dengan pelayanan Panpel Porwil Bengkulu. Di transportasi, atlet panjat tebing Sumut nyaris terkena diskualifikasi karena terlambat dijemput.

Sumut juga melayangkan protes soal komsumsi, yang terkesan tidak layak. (rel)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar