![]() |
Kantor Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi |
Sebelum dibuka, terlebih dahulu akan dilakukan berbagai persiapan dan langkah-langkah, seperti wajib rapid test seluruh kepala sekolah, guru dan pegawai.
Hal itu dikatakan Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pardamean Siregar kepada wartawan, Selasa (26/5/2020) di Kantor Dinas Pendidikan Tebingtinggi.
Umar mengatakan, pihaknya akan menimalisir sekecil mungkin masalah-masalah yang muncul kedepan, sebelum dibuka kembali proses belajar mengajar.
"Kedepan, ada kondisi new normal atau normal baru, yang akan dihadapi bersama-sama. Maka sebelum dimulai pembelajaran, harus dipastikan terlebih dahulu apakah guru-guru, kepala sekolah dan pegawai sehat," ujarnya.
Untuk memastikan apakah perangkat sekolah terpapar Covid-19, lanjut Umar, pihaknya akan melakukan rapid test kepada seluruh kepala sekolah, guru dan tenaga kepegawaian.
"Kalau hasilnya ada yang reaktif maka akan dilakukan penanganan sesuai protokol kesehatan begitu juga jika ada penyakit bawaan maka tidak diperkenankan untuk mengajar bahkan harus mendapat perawatan,” imbuhnya.
Selain itu, Umar juga memerintahkan setiap sekolah harus punya wastafel. Kemudian, sebelum dimulai pembelajaran sekolah harus disemprot disinfektan.
Lalu, wajib juga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan thermogun dan wajib memakai masker.
"Kepada orang tua siswa tidak diperkenankan masuk ke lingkungan sekolah," ucapnya.
Lebih lanjut, Umar juga mengatakan bahwa kantin-kantin di sekolah tidak boleh dibuka dan siswa harus bawa makanan dari rumah.
"Kita akan melakukan pembatasan guru, tidak boleh berpindah-pindah mengajar. Terkait masalah ruangan yang tidak memadai untuk jaga jarak minimal 1,5 meter, maka akan dilaksanakan pembelajaran dibagi 2 gelombang yakni pagi dan sore," pungkasnya. (Sdy/Ril)
"Kedepan, ada kondisi new normal atau normal baru, yang akan dihadapi bersama-sama. Maka sebelum dimulai pembelajaran, harus dipastikan terlebih dahulu apakah guru-guru, kepala sekolah dan pegawai sehat," ujarnya.
Untuk memastikan apakah perangkat sekolah terpapar Covid-19, lanjut Umar, pihaknya akan melakukan rapid test kepada seluruh kepala sekolah, guru dan tenaga kepegawaian.
"Kalau hasilnya ada yang reaktif maka akan dilakukan penanganan sesuai protokol kesehatan begitu juga jika ada penyakit bawaan maka tidak diperkenankan untuk mengajar bahkan harus mendapat perawatan,” imbuhnya.
Selain itu, Umar juga memerintahkan setiap sekolah harus punya wastafel. Kemudian, sebelum dimulai pembelajaran sekolah harus disemprot disinfektan.
Lalu, wajib juga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan thermogun dan wajib memakai masker.
"Kepada orang tua siswa tidak diperkenankan masuk ke lingkungan sekolah," ucapnya.
Lebih lanjut, Umar juga mengatakan bahwa kantin-kantin di sekolah tidak boleh dibuka dan siswa harus bawa makanan dari rumah.
"Kita akan melakukan pembatasan guru, tidak boleh berpindah-pindah mengajar. Terkait masalah ruangan yang tidak memadai untuk jaga jarak minimal 1,5 meter, maka akan dilaksanakan pembelajaran dibagi 2 gelombang yakni pagi dan sore," pungkasnya. (Sdy/Ril)