Pembagian BLT DG Matang Kumbang, Baktia Aceh Utara Diduga Tebang Pilih

Sebarkan:
MENGELUH: Keluarga miskin di Desa Matang Kumbang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara, Aceh mengeluh. 

ACEH UTARA |  Puluhan keluarga miskin di Desa Matang Kumbang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara, Aceh mengeluh dan terpaksa mengelus dada. 

Pasalnya Keuchik dan perangkat Gampong tersebut dinilai tebang pilih atau pilih kasih dalam memberikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT-DG) Dana Gampong pada Senin (13/07/2020). 

Berdasarkan informasi diperoleh media ini, ada sekitar 460 KK di Gampong tersebut. Namun hanya 143 KK saja yang mendapatkan dana BLT. Sementara yang lainnya sudah mendapatkan bantuan PKH, BPNT, BST, dan juga yang PNS serta perangkat Gampong.

"Yang jelas, masih banyak masyarakat miskin di Gampong Matang Kumbang yang tidak diberikan dana BLT. yang anehnya kenapa ada orang kaya yang rumahnya permanen, punya mobil malah diberikan BLT. Hingga wajar jika kami menilai Keuchik pilih kasih, karena banyak diantara kami warga miskin yang belum mendapatkan bantuan apa pun. Semua yang datang kemari mereka ini dari keluarga miskin dan belum mendapat BLT, Sedangkan dari keluarga mampu, malah dapat, ini kan aneh, " ujar Ir (32) warga Dusun Cot Peudada dengan nada kecewa.

Hal serupa juga disampaikan SR dan AF salah satu warga Dusun T, Muda Intan yang juga mengaku tidak mendapatkan BLT hingga mempertayakan tentang hal tersebut.
"Kenapa kami dari keluarga miskin tak dapat BLT, sepertinya Keuchik kami pilih kasih dalam memberikan bantuan BLT," tambah SR penuh tanda tanya.

Padahal, lanjutnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, bila ada keluarga miskin tidak dapat BLT disuruh melapor.

"Tapi kemana kami harus laporkan, saat kami laporkan ke Keuchik (kepala desa) malah tak pernah menggubrisnya. Dan disaat kami pertanyakan ke kabupaten disuruh kesana kemari, ini yang membuat bingung karena kami tidak tahu tentang kantor, " ujar MY yang dibenarkan warga lainnya.

Dijelaskan MY, sebelumnya beberapa warga miskin telah unjukrasa ke kantor Keuchik pada saat penyaluran BLT-DG tahap pertama pada akhir bulan Ramadhan lalu.

"Saat itu Keuchik berjanji akan memberikan BLT untuk kami, tapi ternyata hanya 4 orang saja yang dapat, itu pun karena mereka dianggap keras suara dan lantang," terangnya.

Sementara itu, Hasballah Keuchik Gampong Matang Kumbang saat dihubungi melalui handphone selularnya meminta wartawan media ini untuk datang menjumpainya di Meunasah.

"Iya benar saya Keuchik Hasballah, sebaiknya bapak datang saja ke Meunasah, disini ramai, tidak enak kita bicara melalui telepon, saya pun lagi ada acara, penerima BLT ada 143 orang di tempat kami, atau bapak minta keterangan sama Sekses saja, karena saya kurang sehat tidak bisa mengederai sepeda motor,, " ujar Hasballah singkat.

Lain lagi kata Mansur Sekdes Matang saat dihubungi rekan wartawan media ini. Mansur selama ini dikhabarkan rangkap jabatan, selain Sekdes, ia juga menjadi guru di sebuah sekolah di Aceh Utara. Menurutnya apa yang telah disampaikan beberapa warganya itu tidak benar.

"Kami sudah menyalurkan BLT-DG sesuai aturan dan Perbub Aceh Utara. Di Gampong Matang Kumbang ada sekitar 460 KK sekian, Setelah kita lakukan musdessus yang berhak mendapatkan BLT hanya 143 KK, selain itu tidak termasuk dalam daftar nama nama KPM. Gampong kami luas jangan disamakan dengan gampong lain, dan kami sudah tahu siapa saja yang telah melapor kepada wartawan", kata Mansur sedikit berkilah.

Terkait adanya lapor bahwa ada juga orang kaya di Gampong Matang Kumbang yang mendapatkan dan BLT dibantahnya.

"Itu tidak benar, karena ada juga beberapa saudara dari kadus yang tidak diberikan BLT, itu sengaja kami lakukan, biar tidak terjadi kecemburuan. Karena mereka bahagian dari keluarga kadus. Jadi biar tidak disalahkan kadus oleh masyarakat, nanti di nilai kadus memihak, jadi kita jadikan kadus sebagai tameng" ujarnya. (alman)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar