
BELAWAN | Ditemui saat istirahat sambil minum secangkir kopi pahit, Rahman, warga Belawan bercerita kalau dirinya akan menggunakan hak pilih jika ada calon Wali Kota Medan bersedia menandatangani perjanjian mengatasi masalah banjir rob di Belawan sekitarnya.
"Kalau tidak ada yang mau maka aku tidak akan menggunakan hak pilih karena menurutku tidak ada manfaatnya bagi kami warga Belawan jika menggunakan hak pilih," demikian ditegaskan Rahman, Senin (19/10/2020).
Menurut Rahman yang bekerja sebagai tukang becak ini, keinginannya tersebut sangat wajar dan bisa dikabulkan oleh Wali Kota Medan yang terpilih pada Pilkada 9 Desember yang tinggal beberapa hari lagi, jika memang ada kemauan.
"Tapi kalau dua calon yang maju pada Pilkada ini tidak mau membuat perjanjian maka aku menilai mereka hanya mau cari keutungan pribadi. Sedangkan kami warga Belawan tetap sengsara akibat air pasang," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, air pasang rob dalam beberapa tahun belakangan ini terus melanda Kecamatan Medan Belawan. Bahkan dua kecamatan disebelahnya yakni Kecamatan Medan Labuban dan Medan Marelan mulai dilanda banjir rob.
Sejumlah upaya telah dilakukan warga untuk meminta belas kasih pemerintah mengatasi hal tersebut. Namun belum membuahkan hasil.
Bahkan sejumlah anggota DPR, DPD dan DPRD serta Gubernur dan Wali Kota yang terpilih tidak mau berusaha keras mencari penyelesaian masalah banjir rob Belawan.
"Bahkan ada yang hingga habis mas jabatannya tidak berbuat apapun untuk mengatasi banjir ini. Sehingga kami kecewa karena janji mereka hanya di mulut saja saat mau pemilihan berlangsung," ujar Putro, warga Kel. Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan.
Saat ini, minimal dua kali seminggu melanda kawasan Belawan. "Padahal dulu air pasang masuk ke rumah hanya jika musim pasang perdani tiba," terang Putro. (RE Maha/REM)