Kapal Kami Tengelam Saat Ditarik Kapal APMM

Sebarkan:

BELAWAN | Satu unit kapal nelayan asal Kab. Langkat tenggelam saat ditarik oleh kapal patroli Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

"Waktu itu kapal kami bocor dan ditangkap Malaysia. Namun saat ditarik untuk dibawa ke Malaysia, kapal tenggelam dan untung kami berampat selama," kata Herman, tekong kapal, Selasa (2/3/2021).

Herman dan tiga temannya yakni Idris, Iwan Sofyan dan Saidina Ali adalah empat kru kapal nelayan ukuran kecil asal Kab. Langkat yang ditangkap Malaysia. Setelah ditahan selama tiga hari, tiga nelayan itu dipulangkan dan dijemput oleh kapal patroli KKP Hiu 001 di tengah laut dan tiba di kantor Stasiun Pengawas Perikanan Samudera Belawan, Senin (1/2/2021) sore.

"Kami merasa masih di perairan kita atau laut perbatasan dalam keadaan kapal bocor," kata Herman.

Saat serah terima, Kepala PPSB Andri F menghimbau nelayan agar tidak melewati perairan perbatasan.

"Hukum Malaysia dan kita beda. Disana semua kru kapal dihukum sedangkan di negara kita hanya nakhoda sesuai dengan hukum internasional yang telah kita adopsi," jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Perikanan Kelautan Kabupaten Langkat Roni Ginting mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu pemulangan empat nelayan tersebut.

"Kita mewakili pemerintah Kabupaten Langkat mengucapkan terimakasih sekaligus menghimbau nelayan untuk tidak melewati perbatasan karena laut kita masih banyak ikannya," ujarnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Medan Abdul Rahman alias Atan turut mengucapkan terimakasih kepada kru KP Hiu yang dengan sabar mengawal dan mengawasi prairan Indonesia. 

"Ini bukti pemerintah selalu hadir diantara nelayan dan kami selaku nelayan mengucapkan terimakasih," ujarnya didampingi Sekretaris DPC HNSI Kota Medan Rustam Effendi Maha, SH. (RE Maha/REM).





Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar