Dalam sidak yang dilakukan mulai pukul 10.30 wib itu, Ketua DPRD bersama Wakil Ketua DRPD Abdul Karim Hasibuan dan Juraida Harahap, Ketua Komisi II Fauzi serta anggota Saptono, didampingi oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Drs Ikhramsyah Putra, Kepala Disperindag Chairuddin Nasution.
Adapun lokasi yang disidak, yaitu PT LTS sebagai pabrik penghasil Minyak makan dan juga sebagai distributor yang beralamat di jalan Kampung Dalam - Sigambal, Kecamatab Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu,
Ketua DPRD Labuhanbatu Meika Riyanti SH menyampaikan inspeksi yang dilakukan ke tempat ini sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat bahwa akhir-akhir ini terjadi kelangkaan minyak goreng di kawasan Kota Rantauprapat. Karena itu DPRD bersama pemerintah turun bersama untuk melihat tempat yang menjadi penghasil serta distributor minyak goreng.
“Kami sudah sidak ke pasar - pasar tradisional maupun modren bahwa memang terjadi kelangkaan minyak goreng, terjadi juga keluhan masyarakat di sana bahwa tidak ada stok minyak goreng yang biasa standar digunakan masyarakat, apalagi sekarang menjelang datangnya Bulan Ramadhan, stok di pasar juga masih langka, kata Meika
Ketua Komisi II Fauzi menyampaikan Tentu sangat kita sayangkan kondisi ini, apalagi Labuhanbatu sebagi penghasil CPO, kami berharap pihak perusahan agar lebih mengedepankan pasokan minyak makan untuk masyarakat Labuhanbatu, jangan dulu dikirim ke luar daerah Labuhanbatu. Tutup Fauzi
Sedangkan ditempat yang sama manager PT LTS Gerbang Siahaan mengucapkan terimakasih atas kedatangan para anggota DPRD Labuhanbatu, pihak LTS sudah berupaya membantu masyarakat dengan mengadakan pasar murah yang sekarang telah terlaksana, walaupun sebenarnya kami pihak perusahaan merasa terkendala dengan penurunan harga ini, karena dari bahan baku sampai pengelolaan sudah sangat mahal.
"Semoga dengan kedatangan anggota DPRD dapat membuahkan solusi agar kami perusahaan tidak merasa merugi dengan penurunan harga ini“ tutur Manager
Sementara itu, Kepala Disperindag Chairuddin Nasution menyampaikan hasil turun ke lapangan ini akan dilaporkan ke Pemerintah Labuhanbatu , solusi kerjasama dengan PT LTS dengan mengadakan Pasar Murah semoga bisa lebih di perluas dengan menempatkannya di pasar tradisional seperti pasar Glugur, agar pasokan dan harga di pasar tersebut tetap stabil. Tutup Kadis
kebijakan Permendag Nomor 3 Tahun 2022 memicu timbulnya kondisi kelangkaan minyak goreng. Pemerintah pusat sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET), tetapi kondisi di lapangan fakta minyak goreng justru tidak ada sehingga harga menjadi mahal.
Menteri Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 3 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Kemasan untuk Kebutuhan Masyarakat dalam kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) para pertengahan Januari 2022. Berdasarkan permen tersebut, dasar penetapan harga minyak goreng di pasaran akan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah yang saat ini sebesar Rp14.000 per liter (Husin)