Kali ini mendapat medali emas di Youth International Science fair 2022.
Pelajar SMP N 1 Narumonda ini berhasil menambah pundi prestasi dari Kabupaten Toba dengan topik pemanfaatan Tuba Saba atau Persicaria maculosa sebagai lotion anti nyamuk ekonomis.
Kepada Sekolah SMP Negeri 1 Narumonda, Roy Siagian, menyebutkan tim pelajar sekolah yang dipimpinnya yang berhasil ini adalah yang telah diberangkatkan Bupati Toba Poltak Sitorus bersama tim KSN Nasional pada bulan Oktober 2021 lalu.
"Pengumumannya 17 Maret lalu. Kita dapat medali emas di bidang Environment Science. Ini lanjutan dari lomba riset dari tim Sigumpar waktu saya masih jadi guru di sana, "sebut Roy Siagian, Senin (21/3/2022).
Papar Roy, pelajar tersebut adalah Nadien Panjaitan, Wyndy, dan Hilkya Daud Siahaan dengan Guru pendamping, Donald P. Aritonang. Setelah diperbaiki dan riset ulang, selanjutnya kirim paper ke panitia dan layak mengikuti lomba tingkat Internasional .
"Selama 3 bulan ini kami latihan dan riset bersama tim. Puji Tuhan, berhasil dengan topik pemanfaatan Tuba Saba atau Persicaria maculosa sebagai lotion anti nyamuk ekonomis,"sebutnya.
Jelas Kasek Roy, lomba diikuti secara daring diikuti dari berbagai negara.
"Kita mengikuti bidang Environment Science, ada kebiasaan petani Toba dari dulu, ketika marsuan (bertanam) di sawah dan banyak nyamuk. Untuk mengusir nyamuk dilakukan dengan mengoleskan daun Tuba Saba ke tangan," sambungnya.
Mendengar cerita orangtua ini, lanjutnya, kami berniat melakukan riset untuk menemukan kandungan apa yang ada dan melakukan ujicoba untuk memperoleh efektivitas tuba saba dalam mengusir nyamuk.
"Ekstrak daunnya kami buat menjadi lotion dan diuji ke nyamuk yang puasa 24 jam. Dan ternyata sangat efektif," bebernya.
Ditambahkannya soal persiapan tim, mereka dilatih selama 3 bulan presentasi dalam Bahasa Inggris .
"Puji Tuhan mereka bisa pak Dewan juri sangat tertarik dengan Riset ini, apalagi yang melakukan riset siswa kelas 7 SMP," sebutnya lagi. (OS)