![]() |
Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan. |
Dari cerita Asran, diduga para pelaku melakukan aksinya dengan cara meninju bagian wajah dan kepala anaknya SAAS serta diduga melakukan pemukulan menggunakan batu kali sehingga mengakibatkan SAAS mengalami luka memar di bagian wajah dan kepala lainnya.
"Keesokan harinya setelah kejadian, saya langsung membuat laporan ke Polres Tapanuli Selatan,"ungkap Asran sebari menunjukkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi bernomor LP/B/176/V/2022/SPKT/POLRES TAPSEL/ POLDA SUMUT.
Arsan berharap, kepada unit PPA Polres Tapsel agar secepatnya memproses laporan kasus penganiayaan yang dialami anaknya.
"Karena sampai sekarang anak saya itu masih trauma dan masih waswas dan merasa takut untuk keluar rumah. Apalagi posisi anak saya yang baru lulus Tsanawiyah pesantren dan mau persiapan mendaftar ke tingkat Aliyah. Ketakutan anak saya itu sangat wajar, karena pelaku pemukulan itu diduga juga dilakukan beberapa orang laki laki dewasa. Jujur dengan kejadian itu jadi beban mental buat saya,"pungkasnya.(GNP/Ginda).