![]() |
Peringatan HANI |
Wabup menegaskan bahwa kejahatan narkotika merupakan kejahatan luar biasa, yang terorganisir dan meresahkan serta menjadi musuh seluruh masyarakat di dunia. Karena akan melahirkan kejahatan lain, seperti terorisme, perdagangan orang dan lainya.
"Persoalan itu harus diatasi secara lebih serius karena dapat melumpuhkan kekuatan bangsa, sehingga harus diberantas dan ditangani," kata Wakil Bupati.
Disebutkan Wakil Bupati bahwa acara ini mengusung tema, "Akselerasi War On Drugs Menuju Indonesia Bersinar". Deliserdang sebagai kabupaten besar dengan jumlah penduduk hampir 2 juta jiwa dan kejahatan narkotika cukup tinggi.
" Kita bersama menginginkan untuk terwujudnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan tangguh. Maka, kita bersama-sama harus sedini mungkin melindungi dan menjaga anak-anak agar tidak terjerumus dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," tegas Wabup.
Hal tersebut dilakukan untuk mempersiapkan generasi Deliserdang menjadi kader bangsa yang tangguh dalam menghadapi tantangan pembangunan, serta bertanggung jawab terhadap masa depan kehidupan bangsa dan negara.
"Saya yakin, apabila hal ini dilakukan secara konsisten, berkesinambungan, dan bersinergi maka potensi jasmani dan rohani, SDM Deli Serdang akan membantu mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian, serta berlandaskan gotong royong," pungkas Wabup.
Sementara itu, perwakilan Badan Nasional Narkotika (BNN) Deliserdang, Agus Ranida SH, menjabarkan ada empat strategi percepatan pemberantasan narkoba. Pertama, melalui strategi soft power approach, yaitu mengintensifkan aktivitas pencegahan agar masyarakat memiliki ketahanan diri dan daya tangkal yang kuat terhadap penyalahgunaan narkotika.
"Selain itu juga dilakukan upaya rehabilitasi bagi para pecandu dan penyalahguna narkotika yang lebih mengedepankan adanya intervensi di lingkungan komunitas masyarakat itu sendiri yang dikenal dengan intervensi berbasis masyarakat (IBM)," sebut Agus Ranida.
Kedua, melalui strategi hard power approach, yakni memfokuskan pada aspek penegakan hukum yang tegas dan terukur dalam menangani sindikat narkotika serta berkelanjutan dengan pola pengawasan terpada pada lembaga penegak hukum terkait.
Ketiga, smart power approach. Yaitu, dengan pemanfaatan teknologi informasi di era digital secara maksimal dalam upaya penanggulangan permasalahan narkotika dengan membangun sistem aplikasi pengawasan melekat dalam setiap perkembangan penanganan kasus dari tahap pertahap.
Terakhir adalah cooperation approach. Sinergitas secara menyeluruh. "BNN terus aktif melakukan advokasi, membangun komunikasi dan komitmen bersama untuk bersinergi dengan seluruh elemen bangsa guna memperkuat barisan, menjalin kerjasama, koordinasi dan kolaborasi yang terpola dengan seluruh instansi, lembaga dan komponen masyarakat dalam upaya P4GN," jelas Agus Ranida.
"Saya yakin, apabila hal ini dilakukan secara konsisten, berkesinambungan, dan bersinergi maka potensi jasmani dan rohani, SDM Deli Serdang akan membantu mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian, serta berlandaskan gotong royong," pungkas Wabup.
Sementara itu, perwakilan Badan Nasional Narkotika (BNN) Deliserdang, Agus Ranida SH, menjabarkan ada empat strategi percepatan pemberantasan narkoba. Pertama, melalui strategi soft power approach, yaitu mengintensifkan aktivitas pencegahan agar masyarakat memiliki ketahanan diri dan daya tangkal yang kuat terhadap penyalahgunaan narkotika.
"Selain itu juga dilakukan upaya rehabilitasi bagi para pecandu dan penyalahguna narkotika yang lebih mengedepankan adanya intervensi di lingkungan komunitas masyarakat itu sendiri yang dikenal dengan intervensi berbasis masyarakat (IBM)," sebut Agus Ranida.
Kedua, melalui strategi hard power approach, yakni memfokuskan pada aspek penegakan hukum yang tegas dan terukur dalam menangani sindikat narkotika serta berkelanjutan dengan pola pengawasan terpada pada lembaga penegak hukum terkait.
Ketiga, smart power approach. Yaitu, dengan pemanfaatan teknologi informasi di era digital secara maksimal dalam upaya penanggulangan permasalahan narkotika dengan membangun sistem aplikasi pengawasan melekat dalam setiap perkembangan penanganan kasus dari tahap pertahap.
Terakhir adalah cooperation approach. Sinergitas secara menyeluruh. "BNN terus aktif melakukan advokasi, membangun komunikasi dan komitmen bersama untuk bersinergi dengan seluruh elemen bangsa guna memperkuat barisan, menjalin kerjasama, koordinasi dan kolaborasi yang terpola dengan seluruh instansi, lembaga dan komponen masyarakat dalam upaya P4GN," jelas Agus Ranida.
Acara yang juga dihadiri oleh perwakilan Kodim 0204/DS, Kapten Kav Sudirno, Kasat Narkoba Polresta Deliserdang, Kompol Zulkarnain perwakilan Kejari Deli Serdang, Daniel Oktavianus SH MH, Humas Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam, Hasraruddin Anwar SH MH dan undangan lainnya.( Wan)