![]() |
Warga Desa Muliorejo Demo |
Aksi protes dan pembakaran ban bekas ini merupakan bentuk penolakan sejumlah masyarakat didaerah itu atas tukar guling jalan oleh Pemkab Deliserdang dengan pihak perusahaan.
Sebagian warga menganggap kalau tukar guling jalan yang dilakukan pemkab tidak sesuai, dan mengabaikan masyarakat yang dulunya menghibahkan jalan tersebut pada pemkab Deliserdang.
Selain masalah tukar guling jalan, masyarakat yang berdemo itu juga mempersoalkan limbah perusahaan Latexindo yang dianggap sudah mengganggu kenyamanan masyarakat, asap pabrik dan limbah cair yang sempat dibuang ke parit umum.
Dalam orasinya, masyarakat juga sempat menghadang dan bersitegang petugas Satpol PP Deliserdang dan petugas pengamanan perusahaan yang coba menertibkan warga.
![]() |
Anggota DPRD Deliserdang Zul Amri |
" Untuk itu, kita mendengar aspirasi masyarakat, demo sudah beberapa kali dan ini adalah bagian dari aspirasi masyarakat hingga saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Deliserdang berkewajiban mempertanyakan hal ini pada Pemkab dan Perusahaan dalam hal jual beli jalan ini. Sebelumnya memang belum ada di paripurnakan DPRD terkait penjualan aset ini ," sebut Zul Amri. Selasa 27/6/2023
Informasi dihimpun, tukar guling jalan dilakukan Pemkab Deliserdang atas permintaan pihak PT Latexindo yang ingin menyatukan lahan tempat bahan baku dengan gudang produksi yang terpisah oleh jalan Persatuan, dengan dibelinya jalan itu senilai 1,8 milyar pada Pemkab Deliserdang. Pihak Perusahaan juga membuat jalan baru disamping pabrik agar jalan masyarakat yang ada dibelakang pabrik tidak terisolasi. Selain itu, pihak perusahaan juga membangunkan aula untuk masyarakat disekitar daerah itu.
Namun belakangan, gejolak muncul kembali dan berujung dengan aksi aksi demo sejumlah warga. Bahkan tak hanya mempersoalkan pertukaran jalan tapi juga hal lain diataranya masalah Limbah Pabrik.
Sebelumnya, Kepala Dusun II Saprizal menyebutkan kalau terkait penjualan Jalan itu memang di tentang beberapa warga, namun ada juga yang setuju. Karena sebelumnya juga sudah pernah dilakukan pembicaraan. (Wan)