![]() |
Kapolres Simalungun AKBP Ronald Fredy Christian Sipayung, SH Sik,MH, jemput korban penganiayaan setrika, Jumat (13/10/2023). Foto : ist |
Atas nama kemanusiaan, Kapolres Simalungun AKBP Ronald Fredy Christian Sipayung SH. S.Ik. MH terus memberi perhatian khusus kepada bocah malang yang mengalami luka melepuh 30% ditubuhnya, sejak dari kasus penganiayaan ini terungkap, menjalani perawatan intensif hingga dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
Kepulangan bocah yatim yang ditinggal pergi oleh ibunya ini, langsung dijemput Kapolres Simalungun dari Rumah Sakit Tentara kota Pematangsiantar kemudian diantar personil, dipimpin Kanit Patroli Sat Lantas Polres Simalungun, Ipda Ramadhan Siregar SH menggunakan mobil Patroli Sat Lantas ke rumah tante yang menjaganya selama perawatan.
"Setelah menjalani perawatan intensif selama delapan hari, korban sudah diperbolehkan kembali ke rumah. Selanjutnya akan menjalani berobat jalan secara berkala oleh dokter yang menanganinya, dr Rajin Saragih Sp.B".
Lebih lanjut Kapolres mengatakan, "Kami Polres Simalungun mengucapkan terimakasih kepada Tim Medis Rumah Sakit Tentara yang sudah bekerjasama melakukan perawatan secara maksimal kepada korban, kini kondisinya jauh lebih baik dan sudah sehat". Ujar Kapolres terharu.
Kapolres berharap agar pihak keluarga dapat menjaga RS dengan baik dan penuh kasih sayang, "Kami menitipkan RS kepada keluarga supaya bisa dijaga dan mendapatkan hak sebagai anak. Kepada masyarakat kami menyampaikan, anak-anak termasuk kategori rentan yang harus kita jaga dan lindungi. Ayo kita beri mereka kasih sayang yang tulus. Suatu kesalahan besar kalau kita menjadikan anak-anak sebagai pelampiasan emosi apalagi dengan cara kekerasan". Tegas AKBP Kapolres.
Terpancar raut bahagia yang mengharukan. Saat menjemput RS, terlihat Kapolres Simalungun membawa hadiah kesembuhan berupa mainan mobil remote control untuk diberi kepada korban yang disambut dengan tawa sumringah saat menerima dari tangan Kapolres.
Kepala Rumah Sakit Tentara Pematangsiantar Mayor (Ckm) dr. Ivan Paulus Gunata, Sp.KJ. MARS serta Dokter Spesialis Bedah dr Rajin Saragih SpB, mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberi Kapolres Simalungun untuk merawat korban, "Kesehatan RS saat ini sudah membaik dan pulih sehingga sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan kembali ke rumah untuk menjalani perobatan jalan. Kepada Bapak Kapolres Simalungun kami mengucapkan terimakasih atas kepedulian yang diberikan kepada pasien RS, sehingga dapat mempercepat kesembuhan," ujar dr Rajin Saragih.
Sementara Tante yang menemani selama perawatan berjanji akan merawat RS dengan penuh kasih sayang, "Saya mewakili keluarga mengucapkan terimakasih atas kepedulian, perhatian serta bantuan dari Bapak Kapolres Simalungun yang sudah diberikan kepada RS selama ini sehingga mendapat perawatan terbaik hingga sembuh dan kembali normal untuk bertumbuh dan berkembang dengan baik melanjutkan hidup demi masa depannya". Ujarnya bahagia.
Untuk diketahui. Penyidikan kasus penganiayaan yang dilakukan, S br M kepada RS, dengan cara meyeterika tubuh korban, Rabu (4/10/3024) lalu, terus berlanjut. Pelaku telah ditahan guna diproses sesuai hukum berlaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang tega menganiaya RS hanya gegara makan rambutan dan kulitnya berserak. Sadis.
RS, bocah yatim ditinggal mati ayahnya sedang ibunya tidak diketahui berada di mana sehingga ia tinggal dirumah adik ayahnya yang beristrikan pelaku S br M. (Bay/OS)