Kapolres Pematangsiantar, AKBP Yogen Heroes Baruno SH. S.Ik melalui Kasie Humas Iptu Jimmi C Hutajulu SE mengatakan, pertama kali jasad korban ditemukan suaminya (saksi) JG, saat bangun pagi.
"Menurut keterangan saksi, JG. Saat bangun pagi dirinya merasa curiga tidak melihat korban yang biasanya setiap pagi membangunkannya serta anak-anak. Bahkan salah satu anak mereka bertanya, "Papi, mana mami?". Selanjutnya JG pergi ke dapur membuka dabel pintu atas dapur. Di sini JG melihat korban dalam keadaan tergantung sudah tidak bernyawa". Ungkap Jimmi Hutajulu, Rabu petang.
Menyaksikan pemandangan seram ini, JG langsung menghubungi Kapolsek Siantar Martoba - Polres Pematangsiantar, Iptu Riswan SH yang langsung berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Pematangsiantar.
"Mendapat laporan ada warga bunuh diri, Dipimpin Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Banuara Manurung SH, bersama pihak Polsek Siantar Martoba serta Tim INAFIS mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RSUD dr. Djasamen Saragih kota Pematangsiantar untuk dilakukan Visum. Hasil pemeriksaaan luar tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Berdasar itu pihak keluarga memohon tidak dilakukan autopsi terhadap jasad korban". Ujar Iptu Jimmi Hutajulu.
Jimmi Hutajulu menjelaskan motif korban bunuh diri. "Sesuai penjelasan suaminya, JG, belakangan ini korban mengalami perubahan sikap dan kebiasaan. Mulai bulan Mei 2023 sampai sekarang sejak dipindahkan dari salah satu seksi ke P2P Dinas Kesehatan Kodya Pematangsiantar korban selalu pulang lama-lama dengan alasan pekerjaan sangat padat. Karena itu korban tidak sempat mengurus anak-anak dan rumah tangga sehingga pekerjaan dirumah dilakukan oleh suaminya, JG".
"Semenjak itulah korban sering merenung di rumah dan ditempat pekerjaanya. Suaminya pernah menanyakan kalau memang tidak betah di pekerjaanmu biar kita urus namun korban menjawab sudah saya urus tapi tidak berhasil". Ungkap Jimmi Hutajulu.
Diujung penjelasan Iptu Jimmi C Hutajulu mengatakan, "Atas permohonan tidak dilakukan diotopsi dan dapat menerima ihklas kematian korban, jasad sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan guna proses pemakaman". Ujarnya. (𝐁𝐚𝐲/𝐎𝐒/mol)