PADANGSIDIMPUAN | Tiga Hari menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah sejumlah beberapa titik jalan di Kota Padangsidimpuan mengalami kemacetan yang cukup parah, salahsatunya jalan Patrice Lumumba Kelurahan Wek III dan IV Kecamatan Padangsidimpuan Utara.
Pantauan metro-online.co, sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (28/3/2025) kondisi arus lalulintas di jalan Patrice Lumumba mengalami kemacetan yang sangat cukup parah. Selain macet ditambah lagi kebisingan yang keluar dari klakson pengendara yang tidak sabar dan saling serobot.
Tidak heran lagi jalan di jalan Patrice Lumumba kerap terjadi adu mulut bahkan adu jotos antar sesama pengendara dan pemakai jalan yang saling ingin mendahului.
Ironisnya, petugas dari Kepolisian Lalulintas (Polantas) Polres Kota Padangsidimpuan dan petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padangsidimpuan tidak ada satupun di lokasi guna melakukan pengamanan demi terciptanya ketertiban berlalulintas, sebagaimana tugas kedua-duanya diatur dalam Undang-undang 22 Tahun 2009 Tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.
Semrawutnya arus lalulintas di Jalan Patrice Lumumba Kota Padangsidimpuan menjadi tanda tanya, apakah ini kelalaian atau kesengajaan?. Atau kurangnya koordinasi Pemko Padangsidimpuan dengan pihak Kepolisian?
Tidak itu saja, amatan metro-online.co, terhitung sejak awal Ramdhan sampai menjelang hari raya Idul Fitri petugas dari Polantas maupun Dishub Kota Padangsidimpuan tidak pernah melakukan pengaman arus lalulintas di seputaran Jalan Patrice Lumumba.
Salahsatu pengendara Rahman kepada metro-online co mengatakan, Jalan Patrice Lumumba hampir setiap hari ia lewati. Dikatakannya kondisi jalan tersebut memang sering mengalami kemacetan bukan di bulan Ramdhan atau jelang lebaran saja.
"Jalan Patrice Lumumba atau yang akrab disebut terminal rajawali ini sudah langganan macet. Jangankan berkendaraan, jalan kaki aja susah lewat. Macetnya ini hampir tiap hari, bukan saat bulan puasa atau mau lebaran saja. Tapi setiap hari," terang Rahman.
"Kalau saja ada petugas kepolisian atau dari dinas perhubungan yang jaga setiap hari, saya rasa arus lalulintas dijalan ini tertib. Ini kan petugas pun tak ada, ditambah lagi angkot banyak yang ngetem disini cari sewa, jadi memperparah macet jalan," tambahnya.
Senada juga disampaikan Farhan Siregar, Jalan Patrice Lumumba sudah jadi langganan macet setiap hari, ditambah lagi angkot yang sering ngetem mencari sewa menambah semrawutnya Jalan Patrice Lumumba.
"Saya setiap hari lewat jalan ini, hampir setiap hari Jalan Patrice Lumumba macet, tapi yang lebih parah lagi disaat sore hari. Bukan hanya macet,ditambah bising suara klakson pengendara yang ingin saling mendahului, pokoknya jauh dari kata tertiblah," kata Farhan.
Farhan juga menceritakan, kalau Jalan Patrice Lumumba kerap kali lengah dari pantauan petugas. Tidak jarang katanya, banyak terjadi adu mulut bahkan adu jotos antara sesama pengendara di jalan Patrice Lumumba yang disebakan pengendara yang ingin saling mendahului.
" Ini sebenarnya sudah menjadi prioritas bagi pemerintah dan kepolisian untuk menertibkan permasalahan lalulintas di Jalan Patrice Lumumba. Kondisi ini sudah bertahun-tahun bahkan jalan tersebut kerap kali dijadikan terminal bayangan, padahal bukan terminal," ungkapnya.
"Sebagi warga Kota Padangsidimpuan, harapannya sudah saatnya lah Kota Padangsidimpuan ini berbenah. Tidak hanya dijalan Patrice Lumumba, jalan Thamrin juga perlu ditertibkan dan juga jalan-jalan yang ada di Kota Padangsidimpuan yang mengakibatkan macet. Bukan itu saja pemerintah dan kepolisian juga harus tegas menertibkan parkir liar karena parkir liar juga kerap kali menimbulkan kemacetan di Kota kita tercinta ini. Semoga Padangsidimpuan kotanya tertib dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain," harapnya. (Syahrul/ST).